Dinas Pariwisata Sumbar Helat Bimtek Sadar Wisata bagi 100 Pelaku Ekraf di Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota

  • Whatsapp
BIMTEK sadar wisata sub kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata sebanyak 100 pengelolah obyek wisata yang berada di Kabupaten 50 Kota dan Koya Payakumbuh di Hotel Pengeran Beach, Selasa, (23/11)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar kembali menggelar bimbingan tekhnis sadar wisata sub kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata sebanyak 100 pengelolah obyek wisata yang berada di Kabupaten 50 Kota dan Koya Payakumbuh di Hotel Pengeran Beach, Selasa, (23/11/2021).

Kasi Pengembangan sumber daya pariwisata, Anastasya mengatakan Bimtek diadakan dengan tujuan untuk sosialisasi dan pembekalan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk mengelola obyek wisata, dalam hal Adaptasi Kebiasaan baru (AKB) di tengah pandemi Covid-19. Materi meliputi sadar wisata, sapta pesona, Clean Healt Safety and Environment (CHSE), pelayanan prima, dan potensi produk wisata agar dapat diterapkan dalam pengembangan gerakan sadar wisata.

Lanjutnya, kegiatan dihelat selama dua hari. Hari Kedua kunjungan ke Green Talao Park, Kota Pariaman.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar diwakili Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mulyadi Yanis mengatakan siapapun yang berusaha di obyek wisata, baik itu yang mengelolah kuliner, pengrajin dan penjual makanan minuman di obyek wisata dianggap sebagai pendukung usaha ekonomi kreatif. Kedua, sebagai orang yang mendukung wali nagari/jorong berkontribusi memajukan ekonomi kreatif. Kemudian komponen ketiga para influencer kaum milenial yang menggaungkan obyek wisata di media sosial. Ketiga komponen ini harus berkolaborasi dalam memajukan destinasi di daerahnya masing-masing.

Kegiatan Bimtek ini juga bisa membangun motivasi bagi pengembangan pariwisata di daerahnya dan menjadi penggerak ekonomi.

“Diharapkan dapat mendorong pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di obyek wisata dapat lebih berkembang, meningkatkan kapasitas masyarakat dan pengelola desa wisata, serta mengembangkan kreativitas dalam menciptakan konten kreatif. Sehingga dapat meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan. Menciptakan lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Anggota DPRD Sumbar, Dodi Delvi menjelaskan bahwa Provinsi Sumbar terus menggencarkan Gerakan Sadar Wisata yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakan agar menyadari potensi-potensi wisata yang ada di sekitar mereka, sehingga ikut aktif serta mendapatkan manfaat ekonomi.

“Gerakan Sadar Wisata juga juga untuk mendorong partisipasi dan dukungan masyarakat dalam mewujudkan iklim yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya kegiatan kepariwisataan di Provinsi Sumbar sehingga masyarakat ikut menikmati manfaatnya,” tutupnya.

Related posts