Dinas Pariwisata Sumbar Sosialisasikan WTBOS di Kota Solok

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat adakan sosialisasi WTBOS (Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto) bagi penggiat pariwisata, penggiat budaya, usaha tour travel, pemandu wisata dan komunitas fotografi, stakeholder terkait dan perwakilan Dinas Pariwisata Kota Solok, Kamis (21/7/2022), lalu di Hotel Taufina Kota Solok.

Kegiatan ini dihadiri UNESCO Perwakilan Jakarta, Rizky Ferdian. Tim Sumbar Madani M. Zuhrizul, serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat diwakili Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata, Doni Hendra.

Read More

Di temui MinangkabauNews.com, Rabu (3/8/2022), di Ampang Kualo, Kepala Dinas Pariwisata Kota Solok, Elvy Basri menyampaikan terima kasih dengan masuknya Kota Solok sebagai bagian dari WTBOS.

“Pemerintah Daerah Kota Solok siap mendukung dan menyiapkan sumber daya manusa dan sarana agar WTBOS bisa terlaksana dengan baik. Kunjungan wisatawan ke Kota Solok diharapkan juga ikut meningkat seiring dengan kerjasama kita komunitas-komunitas wisata lokal,” kata Elvy.

Lebih lanjut Elvy mengungkapkan Tim Sumbar Madani M. Zuhrizul juga menyampaikan bahwa kawasan WTBOS sebagai kawasan heritage yang menjadi salah satu wisata edukasi yang dapat dijual pada wisatawan.

Sehingga nantinya kota/kabupaten yang ada juga masuk dalam kawasan ini mendapat manfaatnya, Khususnya untuk Kota Solok dengan segala potensi yang dimiliki bisa menjadi kawasan wisata kelas dunia yang aman, bersih, nyaman dan berbudaya, sehingga tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal tapi juga wisatawan manca negara.

Dalam kegiatan tersebut, Doni Hendra Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata menyebutkan Kota Solok merupakan salah satu dari 7 Kabupaten/Kota yang termasuk dalam kawasan WTBOS.

Tujuh Kabupaten/Kota itu adalah Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman dan Kota Padang.

“WTBOS sudah menjadi warisan dunia diakui UNESCO sejak tahun 2019 sebagai destinasi wisata yang mengintegrasikan potensi pariwisata dengan potensi ekonomi dan potensi sosial budaya. Maka diperlukan komitmen bersama semua unsur penta helix, dimulai dari pemerintah, pelaku pariwisata, masyarakat, akademisi dan media” ujarnya.

Related posts