Dinpar Sumbar Gelar Bimtek Pelaku Ekonomi Kreatif angkatan VII, Dewan: Akses Jalan Menuju Obyek Wisata Harus Diperhatikan

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, melalui Dinas Pariwisata Sumbar menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) angkatan VII sub kegiatan pelatihan, bimbingan tekhnis dan pendampingan Ekonomi Kreatif di Hotel UNP Padang, selama dua hari, Rabu-Kamis (4-5/10/2023).

Kegiatan Bimtek itu diikuti sedikitnya 100 pelaku Ekraf dari yang berasal dari city of rendang Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota.

Read More

Dinas Pariwisata Sumbar Terus perkuat peran masyarakat kembangkan Kemitraan Pariwisata Bimtek Pelaku Ekraf ini atas inisiasi pokok pikiran Anggota DPRD Sumbar Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo dan pelaku pariwisata Muhammad Husein.

Kegiatan ini dibuka secara resmi Kadis diwakili kabid SDM Ekraf Dinas Pariwisata Sumbar, Raymon.

Raymon mengatakan, bahwa Bimtek digelar selama dua hari Rabu dan Kamis. Hari pertama dilaksanakan pemberian materi kepada peserta.

“Hari ini 100 pelaku ekraf utusan dari Kota Payakumbuh dan Kota Payakumbuh mengikuti Bimtek tentang bagaimana meningkatkan sektor pariwisata khususnya di daerah tersebut,” katanya.

Bimtek ini menghadirkan narasumber yang berasal dari anggota dewan dan pelaku pariwisata Muhammad Husein.

Raymon menerangkan Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota memiliki kekayaan adat istiadat yang merupakan warisan nenek moyang sebagai modal dan harus terus dikembangkan.

“Mindest perlu kita dirobah jangan mau jadi penonton kita harus jadi pelaku dengan Duta Wisata yang baik,” Tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumbar Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo menerangkan Potensi pariwisata Kabupaten 50 Kota dan Kota Payakumbuh sangat menjanjikan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). Namun banyaknya potensi tersebut tidak dapat berkembang secara maksimal, jika akses jalan menuju lokasi belum layak atau mengalami kerusakan.

Nurkhalis menyatakan, pengembangan dan eksplorasi potensi wisata harus gencar dilakukan. Namun juga disertai dengan dukungan teknis berupa pembangunan dan perbaikan akses jalan menuju lokasi-lokasi potensial.

Dia meyakini, ketika sarana penunjangnya mendukung, hasilnya juga akan lebih maksimal dalam rangka peningkatan perekonomian daerah. Tentu bakal lebih banyak wisatawan yang berminat berkunjung.

“Kami meyakini pembangunan infrastruktur jalan yang baik ini bakal meningkatkan jumlah pengunjung. Dengan infrastruktur yang baik, tentu wisatawan juga tidak bosan untuk berkunjung,” tuturnya.

Ia mendorong peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota, salah satunya melalui penyelenggaraan berbagai even.

“Mari kita membangun kota payakumbuh dan Kabupaten bersama-sama, pariwisata tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja tapi juga butuh peran serta masyarakat,” Ujarnya


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts