Dinpar Sumbar: Lima Model Desa Wisata Harus Kompak Bangun Kolaborasi dan Networking

workshop evaluasi pasca pendampingan langsung kepada lima desa wisata terbaik pemenang GIPI Award 2020 di Hotel Kawana, Padang, Senin, (13/12).

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar bersama tim Sanak melakukan workshop evaluasi pasca pendampingan langsung kepada lima desa wisata terbaik pemenang GIPI Award 2020 di Hotel Kawana, Padang, Senin, (13/12/2021).

Kasi Pengembangan sumber daya pariwisata, Anastasya mengatakan acara kali ini adalah evaluasi pasca pendampingan langsung maupun online kepada lima desa wisata. Adapun Lokus pendampingan yang menang GIPI Award 2020 yakni desa Tegal Selatan, desa Kubu Gadang, desa Pagaruyung, nagari Maligi dan nagari Simarosok.

Read More

Ada dua kali workshop awal Mei dan Juli 2011 di mana Dinpar melakukan pemetaan identifikasi awal bersama tim sanak, kemudian melakukan pertemuan dengan desa Simarosok dan desa Tegal Selatan.

Kemudian pada bulan September hingga awal November 2021 dilakukan intens oleh Tim sanak pada workshop bagaimana pencapaian lima desa wisata tersebut.

“Workshop hari ini bisa diukur pencapaian desa wisata, selanjutnya akan ada formulir isian sejauh mana capaian yang telah dihasilkan selama pendampingan,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, H. Novrial mengatakan Untuk kasus Maligi beruntung bertemu Kadis Pariwisata Pasbar yang baru. Kabupaten Pasaman Barat berpotensi menjadi destinasi adventur unggulan, karena saya sudah memiliki feeling Maligi berbeda dari yang lain, desa wisata Maligi adalah desa wisata spesial.

Selain itu, dia menyampaikan desa wisata Simarosok potret ketika Chef kelas dunia mengambil video di Simarosok, perjalanan yang tanpa direncanakan memang ada sejumlah catatan seperti akseblitas di Simarosok perlu djtingkatkan. Potensi Simarosok tidak hanya GOA tetapi memiliki potensi yang besar.

Novrial mengapresiasi perbaikan jembatan gantung di desa Pagaruyung, salut dan tepuk tangan orang di Pagaruyung. Kemudian Kubu Gadang dengan ancaman maksimal sedikit lengah Kubu Gadang akan jatuh dan akan sulit bangkit karena letak geografis di tengah kota memiliki tantangan, desa wisata Kubu Gadang harus memiliki inovasi dan kreativitas.

Kadis Novrial mengajak kelima desa wisata agar solid membangun koborasi dan networking serta terus membagi ilmu kepada desa wisata yang lain.

Related posts