Disdukcapil Padang Lakukan Uji Coba Aktivasi Penerapan KTP Digital kepada ASN

  • Whatsapp
Fauzan Ibnovi saat menjadi Narasumber Diseminasi Informasi Diskominfo, di MC Balailota Padang, Kamis, (29/7)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG – Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang, akan segera melakukan aktivasi penerapan kartu tanda penduduk (KTP) digital pada Tahun 2022 ini.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Padang diwakili Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Fauzan Ibnovi mengatakan seluruh ASN di lingkungan Pemko Padang diwajibkan aktivasi KTP digital sebagai uji coba, setelah itu baru kepada masyarakat umum. “Saat ini baru diaktivasi 1200 ASN dari 15 ribu ASN di lingkungan Pemko Padang,” ujarnya.

Read More

Menurutnya, Aktivasi ASN ini ditargetkan rampung Bulan Agutus, selanjutnya kita menunggu arahan kemendagri dan respon dari ASN terhadap aktivasi tersebut sehingga baru bisa dilaunching kepada masyarakat.

“Aplikasi ini tidak bisa rekam layar salahsatu bentuk keamanannya juga ada teknologi keamanan lainnya,” katanya

Menurutnya, Uji coba KTP digital dilakukan kepada ASN, Disdukcapil sudah mengaktivasi 1200 dari 12 dari 50 OPD yang didatangi.

Selain untuk ASN Padang, juga dilaksanakan di seluruh kab/kota, di mana Kota Padang paling tinggi angka aktivasinya.

Dikatakannya, aplikasi identitas kependudukan digital atau KTP Digital ini sebagai salah satu upaya pemerintah memudahkan masyarakat dalam penggunanya.

“Apabila sudah memegang identitas kependudukan digital atau KTP Digital masyarakat yang akan berurusan dengan bank, BPJS dan kepentingan lainnya tidak perlu membawa fisik KTP, mereka tinggal melakukan pemindaian barkode yang ada,” jelasnya.

Selain itu dengan memiliki KTP Digital, Fauzan menerangkan dengan memiliki aplikasi kependudukan digital warga tidak perlu lagi menggandakan e-KTP sehingga lebih memudahkan masyarakat mendapatkan layanan atau transaksi ketika lupa membawa fisik KTP.

Dirinya menerangkan, dalam KTP Digital tidak hanya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terekam, melainkan juga semua transaksi yang dilakukan secara “online” juga bisa terdata didalamnya.

Misalnya, data kepegawaian, pajak, bahkan riwayat kesehatan yang di aplikasi PeduliLindungi juga sudah lengkap.

Untuk mendapatkan aplikasi identitas kependudukan digital ini ujarnya, masyarakat sudah bisa melakukan aktivasi dengan mengunduh aplikasi Identitas Kependudukan Digital di play store maupun apps store.

“Kami juga menyiapkan tim teknis yang akan membantu masyarakat mendapatkan aplikasi tersebut, saat ini aplikasi identitas kependudukan digital sudah bisa diunduh melalui aplikasi pada umumnya,” tutupnya

Fauzan menambahkan penerapan KTP-el digital adalah upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan kepengurusan seperti perbankan, BPJS, transportasi juga hal lain tanpa harus menggunakan bahkan mengeluarkan KTP-el fisik.

“Perlahan kita akan migrasikan semua KTP-el menjadi KTP digital,” ucapnya.

Fauzan menambahkan bagi penduduk yang belum bisa digitalkan maka tetap bisa menggunakan KTP-el fisik. Selain itu bagi mereka yang sudah mendaftar KTP Digital tidak perlu meniadakan KTP el fisiknya.

“Penduduk tidak perlu panik, kalau ada yang tidak bisa digital karena di pedalaman, atau mungkin belum punya hp digital, lanjut usia tidak bisa digital, tidak apa-apa, jadi kalau memang sudah bisa kami digitalkan maka kami digitalkan, kalau belum bisa tetap kita layani dengan KTP-el fisik,” ucapnya.

Slamet menambahkan adanya KTP digital diharapkan dapat menekan biaya pencetakan KTP-el fisik.

“Sehingga kedepan tidak ada lagi KTP rusak, hilang, pindah alamat pun tinggal ganti secara digital, jadi lebih praktis dan efisien, lebih mudah dan cepat,” katanya.

KTP digital tidak hanya memuat KTP-el tetapi juga NPWP, Kartu Keluarga, juga Vaksinasi.

Fauzan memaparkan cara mengubah KTP-el ke digital bisa dilakukan secara individu namun masih membutuhkan bantuan dari petugas Dukcapil.

“penginstalan aplikasi Identitas Kependudukan Digital di playstore bisa dilakukan secara pribadi, termasuk melakukan registrasi, nantinya masyarakat juga bisa mendatangi kantor pelayanan yang tersebar atau secara virtual (video call), jika mengalami kesulitan,” paparnya

Related posts