Dispar Sumbar dan Komunitas Payakumbuh Maju Bangkitkan Ekonomi Kreatif Lewat Sumarak Kreatif 2021

  • Whatsapp
Penampilan peragaan busana parade Baju Kuruang Basiba diiringi seni musik 'Gamaik Rawang' dalam ajang Sumarak Kreatif 2021 di Agam Jua Art Culture Cafe Payakumbuh, Sabtu (11/12). (Foto: Aking/MKN)

MINANGKABAUNEWS.COM, PAYAKUMBUH – Belasan model yang terdiri dari ibu-ibu muda penuh percaya diri berjalan bergiliran meliuk-liuk di hamparan halaman Agam Jua Art Culture Cafe, Payakumbuh, Sabtu (11/12) sore. Mereka terlihat trendy dengan memakai berbagai macam design busana ‘Baju Kuruang Basiba’ yang merupakan hasil industri kreatif daerah setempat.

Para peserta Parade Baju Kuruang Basiba sore itu tampak bersemangat melakukan peragaan busana di depan ratusan penonton di panggung utama Kave. Suasana semakin cair, tak kala setiap langkah mereka diiringi musik tradisi Minang Gamaik Rawang, sambil dipandu dua host nyentrik Payakumbuh, Anggi serta Prima Myfirstson.

Read More

Ketua Komunitas Payakumbuh Maju, Hernidawati, atau lebih dikenal Bunda Rara meyebut, rangkaian kegiatan Parade Baju Kuruang Basiba bertajuk ‘Sumarak Kreatif 2021’ tersebut sengaja digelar Dinas Pariwisata Sumatera Barat guna membangkitkan kembali ekonomi dan industri kreatif di Payakumbuh.

“Mengingat, setelah hampir dua tahun pandemi Covid-19 melanda kita semua dan berdampak kepada sektor ekonomi kreatif. Harapan kita kegiatan ini bisa membangkitkan kembali ekonomi masyarakat kita yang terdampak,” kata Bunda Rara diwawancara wartawan.

Selain sebagai ajang promosi, Parade Baju Kuruang Basiba yang digelar selama 3 hari (10-12 Desember 2021) ini juga ditujukan agar para generasi muda Kota Payakumbuh dapat melestarikan budaya basiba kreasi moderen.

“Kita ucapkan terima kasih sekaligus apresiasi kepada Pemprov Sumbar yang telah memberikan kesempatan tampil dalam iven ini. Kami berharap selanjutnya melalui iven ini, kita mampu menuju ekonomi sehat, kedepannya,” ujarnya.

Bunda Rara menyebut, Komunitas PM ini dibentuk sejak 1,5 tahun lalu dengan anggota sudah lebih dari 60 orang. Aktivitas mereka rutin dilaksanakan seperti pertemuan arisan bulanan. Dalam pertemuan itu, mereka membahas tentang perkembangan dan kemajuan Kota Payakumbuh.

Selain aspek ekonomi, industri, sosial, dan UMKM, aspek kebudayaan tak luput menjadi perhatian mereka sebagai upaya pengembangan ekonomi kreatif. Hal tersebut dinilai menjadi poin penting, karena para anggota komunitas pada dasarnya terdiri dari penggiat ekonomi kreatif di Kota Randang.

“Anggota kelompok ini ada dari kalangan dewan, kepala dinas, penggiat budaya dan seni kreatif. Rencananya pada tahun 2022 kita akan mengadakan kegiatan yang menunjang ekonomi setiap anggota Payakumbuh Maju dan masyarakat Payakumbuh,” sambungnya.

Salah satunya yang sudah teragenda, katanya, yaitu pelatihan menjahit bagi warga Kota Payakumbuh. Nanti ketika mereka sudah mahir akan dibentuk perusahaan di bidang tekstil. “Mudah-mudahan bisa terlaksana sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional yang digagas Pak Presiden Jokowi,” tukuk Bunda Rara.

Dia juga mengaku berencana memberi santunan anak yatim pada 2022 yang dikelola oleh anggota Komunitas Payakumbuh maju, dengan anggaran CSR perusahaan daerah dan swasta, serta donatur dari perantau dan masyarakat.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat ini dilaksanakan oleh Event Organizer CV Verisa Energi. Dalam festival, selain produk fashion Payakumbuh juga ditampilkan pertunjukan seni dan fashion Minang oleh kelompok ekonomi kreatif dari berbagai wilayah. Seperti Kota Padang, Luak Agam, dan Luak Limopuluah.

Libatkan Pegiat Seni Grup Gamaik Rawang

Ajang parade Sumarak Kreatif itu juga menampilkan salah satu grub seni musik tradisional terbaik Kota Payakumbuh. Klub seni tradisional itu bernama Gamaik Rawang. Para pemusik tampil memukau dalam alunan musik gamaik, membuat para penonton terkesima.

Ketua Grup Gamaik Rawang Aribus Madri, menyampaikan harapan, agar kegiatan parade berdampak kepada hidupnya kembali marwah musik gamad yang beberapa tahun belakangan tidak pernah muncul. Pihaknya turut mengapresiasi Pemprov Sumbar melalui Dinas Pariwisata, yang telah memberi kesempatan emas bagi mereka untuk tampil dalam iven.

Grup Gamaik Rawang sendiri, katanya, selama ini terus berinisiatif bersama personil yang ada menghidupkan gamad serta menambah giat pekerja seni dalam rangka melestarikan sekaligus memotivasi generasi muda milenial menggandrungi musik tradisional gamad.

“Intinya, kami mengajak serta menerima dengan tangan terbuka, anak muda kita agar bisa ikut melestarikan seni. Disamping saat ini masih bergerak secara mandiri, belum ada respon dari pemda bagaimana festival gamaik bisa menjadi tuan rumah di Kota Payakumbuh,” harap mantan anggota DPRD Kota Payakumbuh periode 2014-2019 itu.

Dia menambahkan, pemko bisa mendorong ada kegiatan untuk melestarikan seni budaya minangkabau melalui iven musik tradisional dan pengadaan alat-alat musiknya. Tentunya sebagai aset yang bisa dikelola untuk dimanfaatkan guna memberdayakan anak-anak muda,” sebutnya.

Grup Gamaik mereka dibentuk 2019 silam beranggotakan sebanyak 14 orang yang terdiri dari kalangan pemusik, pekerja seni yang ada di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Bertujuan melestarikan adat dan budaya tradisional minang di Sumatera Barat, khususnya di Kota Payakumbuh.

“Gamaik Rawang di bawah naungan DPC Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PERPAPPRI) Kota Payakumbuh. Grup ini sudah mengikuti festival di Kota Padang dan sukses meraih juara umum,” terang Aribus didampingi Sekretaris, Joni Tarman.

Tampak hadir dalam parade seni budaya itu, Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi, serta Kadisparpora Kota Payakumbuh, Desmon Corina. Acara juga diisi dengan layanan vaksiansi gratis bersama Kodim 0306/50 Kota, serta dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Novrial, diwakili Sekretaris Taufik. (akg)

Related posts