DNA Ungkap Identitas 3 Jenazah Korban Banjir Bandang Sumbar, Total Korban Teridentifikasi Kini 226 Orang, Kelusrga Korban: Terima Kasih pak Kapolda

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG – Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Sumbar berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban banjir bandang 28 November melalui tes DNA. Hal ini disampaikan Wakapolda Sumbar Brigjen Solihin dalam konferensi pers di RS Bhayangkara TK III Padang, Rabu (22/1/2026).

“Alhamdulillah, melalui pemeriksaan DNA yang telah kami lakukan, kami berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban banjir bandang. Ini adalah kemajuan signifikan dalam upaya kami memberikan kepastian kepada keluarga korban,” ungkap Brigjen Solihin dalam konferensi pers yang dihadiri pihak keluarga korban, Kadis Sumbar Syaifullah, Kabiddokkes Polda Sumbar, dan Kabid Humas Polda Sumbar.

Ketiga jenazah yang berhasil teridentifikasi melalui tes DNA tersebut adalah:

**Pertama**, jenazah dengan nomor AM-73 yang teridentifikasi sebagai Jaruni. Hasil tes DNA membuktikan jenazah tersebut adalah ibu biologis Pian, salah satu jenazah korban yang tersimpan di kulkas RS Bhayangkara Padang.

**Kedua**, jenazah AM-132/PM-RSUD-35 yang teridentifikasi sebagai Dusra Maini. Hasil DNA membuktikan jenazah tersebut adalah ayah biologis Ihwanda Saputra, yang merupakan jenazah korban di Agam.

**Ketiga**, jenazah AM-068/PM-RSUD-34 yang teridentifikasi sebagai Irna Silvia. Hasil tes DNA membuktikan jenazah tersebut adalah ibu biologis dari Hanyfah Salsabila, yang juga merupakan jenazah korban di Agam.

“Proses identifikasi melalui DNA ini sangat penting mengingat kondisi jenazah korban banjir bandang yang sudah mengalami kerusakan parah, sehingga identifikasi visual sangat sulit dilakukan. Pemeriksaan DNA menjadi standar emas dalam proses identifikasi korban bencana massal,” jelas Brigjen Solihin.

Salah seorang keluarga korban yang enggan namanya disebut mengaku lega dengan kepastian hasil identifikasi DNA ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Tim DVI yang sudah bekerja keras. Hampir dua bulan kami menunggu kepastian, akhirnya kami bisa mendapatkan kejelasan. Ini sangat berarti bagi kami untuk bisa memberikan penghormatan terakhir dengan benar,” ungkapnya dengan suara bergetar menahan tangis.

Keluarga korban lainnya juga menyampaikan apresiasi serupa. “Walau prosesnya lama, tapi kami percaya ini demi akurasi. Daripada salah, lebih baik menunggu hasil yang pasti. Sekarang kami bisa ikhlas dan tenang,” ujar keluarga korban yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.

Dengan keberhasilan identifikasi tiga jenazah ini, data korban banjir bandang 28 November yang sebelumnya berjumlah 251 orang kini diperbarui menjadi 254 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 226 jenazah telah berhasil teridentifikasi, sementara 28 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.

Tim DVI Polda Sumbar terus bekerja maksimal untuk mengidentifikasi seluruh korban. Pihak kepolisian berkomitmen memberikan kepastian kepada keluarga korban melalui proses identifikasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami akan terus bekerja keras untuk mengidentifikasi 28 jenazah yang tersisa. Kepastian identitas korban adalah prioritas utama kami demi memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan,” tutup Wakapolda Sumbar Brigjen Solihin.

Related posts