Dongkrak Ekonomi di Era Pandemi, Warga Agam Didorong Manfaatkan Marketplace Online

  • Whatsapp
Ilustrasi Literasi Digital tentang pemanfaatan teknologi elektronik (Foto: Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, AGAM – Pandemi membuat masyarakat membeli seluruh kebutuhannya melalui online di marketplace. Barang yang paling banyak dicari di e-commerce ialah, pakaian dan produk kecantikan, elektronik, serta travel dan akomodasi.

Hal itu disampaikan Dosen STP Bandung, Selvi Novianti saat menjadi pemateri webinar Literasi Digital yang digelar Kemenkominfo RI di Kabupaten Agam, Sumaatera Barat, beberapa waktu lalu.

Read More

“Nilai inti agar jualan laku dan sukses antara lain, trafific, iklan yang ada pada setiap e-commerce dipergunakan untuk promosi jualan dengan maksimal, ukuran keranjang, serta tingkat konversi,” katanya berdasarkan siaran pers humas yang diterima Minangkabaunews.com, Senin (13/9).

Narasumber lain, Dosen dan Peneliti Prodi Pariwisata Institut STIAMI, Kurniawan Gilang menjabarkan dunia maya tidak tebatas oleh ruang dan waktu, jangkauan luas, massal, serta mudah dibagikan dan diterima.

“Bijaksana dalam jejak digital untuk menghindari pencurian data, cyber bullying atau perundungan, banned atau ditolak melakukan kegiatan digital, kehilangan kepercayaan, serta pidana Undang-Undang ITE,” katanya.

Tips dan trik dalam berinternet, dibeberkan Gilang, diantaranya, berpikir sebelum mengunggah sesuatu, batasi informasi, etika dalam bermedia, tidak mudah percaya, sistem keamanan ganda, dan mencari nama sendiri di search engine.

Guru SMK Negeri 1 Lubuk Basung, Mardianto membahas alasan menabung antara lain, masa depan tidak pasti, mandiri secara finansial, persiapan hari tua, dan investasi.

“Alasan seseorang susah untuk menabung ialah gaya hidup konsumtif dan kurangnya literasi finansial,” katanya.

Tips agar bisa menabung dan menghindari belanja online, lanjut Mardianto, diantaranya, pahami konsep wealth management yang mencakup kebutuhan, keinginan, tabungan, dan investasi serta, merubah pola pikir dari kemanan keuangan menjadi kebebasan finansial.

Kepala Seksi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Agam, Kamaruddin menjelaskan banyaknya bermuncuan hoaks dan konten negatif di media sosial bisa dinilai sebagai suatu perilaku yang tidak bertanggung jawab, menurunkan derajat manusia, serta rendahya kepeduliaan.

“Cakap dan bijak bermedia yaitu pintar menggunakan mesin pencari untuk mendeteksi isu hoaks, memanfaatkan mesin pencari untuk menyeleksi, memferivikasi konten hoaks, menutup perangkat digital dari konten negatif dan hoaks,” jelasnya.

Webinar diakhiri oleh MC dan influencer dengan followers 14,9 ribu, Leoni Angela yang menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber. (akg/rel)

Related posts