DP3AP2KB Padang Fokus dalam Perlindungan Anak Korban Kekerasan melalui Upaya Deteksi Dini

Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Editiawarman saat diseminasi informasi Kominfo di MC Balaikota Padang, Senin, (1/11).

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Pemko Padang melalui DP3AP2KB melakukan upaya terpadu dan terarah guna melindungi dan memenuhi hak anak korban kekerasan dari lingkungan internal dan eksternal di masa pandemi COVID-19.

Ada 108 relawan DP3AP2KB yang tersebar di 104 kelurahan untuk melakukan deteksi dini korban kekerasan terhadap anak.

Read More

“Kita sadari bahwa tren kasus kekerasan terhadap anak meningkat selama situasi pandemi. Oleh karena itu, saya ingin memastikan semua anak korban kekerasan tetap terlindungi dan terpenuhi hak-haknya, kita terus upayakan dengan berbagai cara agar jumlah ini tidak terus-terusan meningkat,” kata Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Editiawarman saat diseminasi informasi Kominfo di MC Balaikota Padang, Senin, (1/11/2021).

Katanya, tahun ini ada 10 anak mendapat penanganan DP3AP2KB, khususnya oleh pekerja sosial spesialis anak dan psikolog anak.

Selain melakukan dukungan psikososial dan trauma healing secara langsung kepada anak dan keluarga di masa pandemi COVID-19, Pemko Padang dengan koordinasi dengan semua pihak juga memperkuat upaya konseling dan penguatan keluarga secara daring.

“Setiap ada laporan yang masuk kepada kami melalui berbagai saluran, semuanya langsung kami respon. Kita asesmen terkait kebutuhan dan masalahnya agar anak bisa ditangani secara cepat dan tepat. Hal ini dilakukan sesuai prosedur penanganan anak korban kekerasan,” ujar dia.

“Karena itu kekerasan dini pada anak itu harus kita hentikan dan harus kita antisipasi. Saya rasa disinilah tugas kita sebagai Pemko Padang bareng LSM bisa memberikan pendampingan dan pengetahuan. Kemudian bagaimana kita harus bisa menyampaikan hal itu kepada anak-anak dengan cara komunikasi yang mudah dipahami,” ungkapnya.

Related posts