DPD IWO Indragiri Hulu Kutuk Keras Tindak Kekerasan Terhadap Insan Pers

Ketua Satu Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indragiri Hulu, Rolijan.

MINANGKABAUNEWS, INDRAGIRI HULU — Setelah kejadian di Simalungun Sumatera Utara, Wartawan ditembak mati dan di Gorontalo Wartawan dibacok OTK, kini intimidasi dan penganiayaan menimpa wartawan di Majalengka Jawa Barat. Menurut video yang beredar, persekusi, Intimidasi dan penganiayaan menimpa, Sulaeman, wartawan dari media cetak dan online “Fokus Berita Indonesia (FBI)” dan Wartawan Warta Jabar.

Menyikapi itu, Ketua Satu Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indragiri Hulu, Rolijan, mengutuk keras pelaku kekerasan terhadap wartawan tersebut.

Read More

“Kami dari Ikatan Wartawan Onlen DPD IWO Inhu, mengutuk kekerasan yang menimpa pada Sulaeman wartawan media Tabloid FBI di Majalengka, dan wartawan lainnya yang terjadi selama ini,” ucap Rolijan dengan nada geram, Senin (5/7).

“Beberapa perkara yang menimpa wartawan sebagaimana tersebut diatas, kami yakinkan dan percaya akan kinerja Kepolisian dalam mengungkap beberapa kasus kejadian yang menimpa para Insan Pers sesuai dengan Hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang-Undang Pers NO.40 Tahun 1999 tentang tugas pokok pers,” tambahnya.

“Kejadian demi kejadian yang telah menimpa kita selaku Insan Pers (Wartawan), hendaknya semakin membuat para Insan Pers lebih bersatu menyuarakan sebuah kebenaran dan tidak menyurutkan diri kita untuk tetap memberikan pembelaan dan semangat terhadap sesama Insan Pers baik itu langsung maupun tidak langsung demi tegaknya sebuah keadilan untuk kita Insan Pers,” sambung Rolijan kepada rekan-rekan Pers yang ada Indonesia khususnya di Indragiri Hulu,” urainya.

“Apa yang telah menimpa rekan-rekan kita di luar sana, tidak ada kemungkinan dapat menimpa kita yang ada di sini. Oleh karena itu mari kita memiliki rasa perduli dan jiwa Korsa sesama kita selaku pekerja pers, dan berjalan sesuai dengan Kolidor sebagaimana yang telah diamanahkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 1999 tentang tugas pokok pers sebagai kitab kita dalam menjalankan fungsi dan peranan kita sebagai Pers,” pungkasnya. (R)

Related posts