DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kota Pariaman Kenalkan Aplikasi LKPM Online Kepada Pelaku Usaha, Ini Tujuannya

  • Whatsapp
Wako Pariaman Genius Umar foto bersama dengan peserta Bimtek LKPM Online.

PARIAMAN – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dan Tenaga Kerja Kota Pariaman,  mengadakan Bimbingan Teknis (Bintek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), tentang tata cara pengisian LKPM secara online bagi pelaku usaha se Kota Pariaman Tahun 2021, mulai Senin 14 Juni sampai 29 Juni 2021 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kepala DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kota Pariaman, Alfian Harun pada saat menyampaikan laporannya kepada Walikota Pariaman Genius Umar, Senin (14/06).

Read More

Dikatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha yang ada di Kota Pariaman tentang pengisian LKPM, sehingga nantinya para pelaku usaha yang ada di Kota Pariaman bisa melaporkan LKPM mereka secara Online per triwulan ke DPMPTSP dan Tenaga Kerja.

Alfian Harun mengatakan bahwa dana DAK yang diperoleh tahun ini adalah merupakan dana DAK pertama Indonesia untuk daerah Kabupaten/Kota yang peruntukannya buat kegiatan non fisik.

“Dengan adanya dana DAK inilah DPMPTSP Dan Tenaga Kerja Kota Pariaman bisa melaksanakan Bimtek yang diharapkan nantinya bisa memberikan pelayanan terbaik, dan diharapkan seluruh badan usaha bisa paham seluruh proses perizinan yang selama ini mungkin prosesnya dilakukan secara manual, tapi sekarang sudah bisa menggunakan aplikasi dengan sistem Online Single Submission (OSS),” katanya.

Dijelaskan, untuk program atau aplikasi OSS tersebut bisa diakses baik melalui handphone, dan juga laptop, untuk mendapatkan Nomor Induk Izin Pengusaha (NIIP), setelah itu silahkan datangi kantor kami DPMPTSP Kota Pariaman untuk mendapatkan komitmen sehingga NIPP tersebut bisa berlaku.

“Tanpa adanya komitmen nantinya Bapak/Ibu tidak bisa mengikuti proses lelang terhadap pengadaan barang dan jasa. Apabila sudah dilaporkan secara elektronik diketahuilah berapa jumlah investasi yang sudah Bapak/Ibu lakukan di daerah, dan itu tergambar langsung di aplikasi tersebut,” terang Alfian.

Alfian Harun berharap, 520 orang yang mengikuti Bimtek selama 10 hari ke depan, bisa paham dan mengerti tentang masalah proses perizinan, serta patuh dan taat melaporkan kondisi kegiatan penanaman modal yang telah dilakukan seluruh pengusaha, sehingga bisa diketahui berapa investasi yang tertanam, berapa investasi yang sudah bisa dibangun di pemerintah daerah, termasuk daerah Kota Pariaman dan seluruh daerah di Indonesia.

Peserta Bimtek terdiri dari para pelaku usaha dari berbagai usaha, seperti usaha kontruksi, developer, dan juga ada usaha di bidang UMKM dan juga Pariwisata. Satu hari pelatihan diikuti oleh  dua angkatan, satu angkatan terdiri dari 26 orang peserta dari dua pelaku usaha yang berbeda. Narasumber berasal dari berbagai macam OPD yang ada di Kota Pariaman dan DPMPTSP Provinsi Sumatera Barat. (Rls)

Related posts