DPRD Sahkan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM,PADANG PANJANG – DPRD menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021 untuk ditetapkan menjadi Perda, setelah melewati berbagai tahapan. Termasuk Rapat Paripurna yang digelar Sabtu (2/7/2022) malam. 

Rangkaian rapat dimulai dengan penyampaian pendapat akhir fraksi. Masing-masing dibacakan Fraksi Demokrat Kebangkitan Bangsa oleh Herman Datuak Batuah, Fraksi PBB-PKS (Nasrullah Nukman, S.H), Fraksi Golongan Karya (Yovan Fadayan Remindo, S.I.Kom),  Fraksi Nasdem (Micko Kirstie, S.Psi)
Fraksi Gerindra (Riza Aditya Nugraha, S.H), dan Fraksi PAN (Hukemri).

Setelah membacakan pendapat akhir fraksi, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan persetujuan bersama antara DPRD dan Pemko. Diteken oleh Ketua DPRD Mardiansyah A.Md, Wakil Ketua, Yulius Kaisar dan Imbral, S.E. Sementara dari Pemko oleh Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA, Wakil Wali Kota Drs. Asrul dan Sekdako, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si.

Wako Fadly dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas pembahasan yang efektif dan efisien. Dikatakannya, ada beberapa faktor yang mendukung. Antara lain persiapan yang matang antara DPRD dan Pemko, saling pemahaman yang sangat baik, niat baik untuk saling membantu, dan restu dari Allah SWT.

“Efektivitas dan efisiensi rapat seperti ini perlu kita upayakan terus menerus ke depan, tanpa mengurangi kualitas rapat,” sebutnya.

Adapun beberapa pendapat akhir fraksi di antaranya, meminta kepada pemerintah daerah membuat kajian Pendapatan Daerah sehingga bisa menjadi acuan Peningkatan Pendapatan Daerah.  

Kemudian Pemko diminta mampu membuat inovasi baru, tidak terpaku kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sudah ada. Pemko hendaknya memiliki perusahaan daerah yang mampu meningkatkan PAD.

Pemko disarankan menciptakan program yang lebih kreatif supaya income  Pemko bertambah. Fungsi dinas jangan hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga harus profit oriented.

Dinas harus mencari cara menguatkan branding, seperti Padang Panjang sebagai pusat susu segar,atau pusat daging dengan kualitas terbaik. Ini dinilai perlu dimaksimalkan brandingnya. (Edi Fatra/ris).

Related posts