Dugaan Tindak Pidana Korupsi, Lima Mantan Anggota DPRD Pasbar Ditetapkan Sebagai Tersangka

Tiga mantan anggota DPRD Pasbar ditahan Kejari Pasbar, Jumat (29/10)

PASAMAN BARAT – Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat tetapkan lima mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasaman Barat, sebagai tersangka kasus dugaan penyimpangan perjalanan dinas fiktif tahun anggaran 2019.

Tiga tersangka di antaranya, langsung ditahan oleh Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Jum’at (29/10), sementara dua tersangka lainnya akan dilakukan pemanggilan dalam waktu dekat dengan status tersangka.

Read More

Kepala Kejari Kabupaten Pasaman Barat, Ginanjar Cahya Permana didampingi Kepala Seksi Intelijen Elianto dan Kasi Pidana Khusus Andy Suryadi di kantor Kejaksaan setempat, Jum’at malam, menyampaikan kelima tersangka berinisial JD, ES, FDM, AT dan IS, yang merupakan mantan anggota DPRD Pasaman Barat periode 2014-2019.

“Hari ini kita sudah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka yang berinisial JD, ES dan FDM, sedangkan tersangka AT berhalangan penuhi panggilan kita hari ini, karena berada di luar kota, sementara tersangka IS dalam keadaaan sakit,” katanya.

Dia menegaskan, terhadap kedua tersangka yang belum ditahan hari ini, akan segera dipanggil dan ditahan juga sebagai tersangka.

Dijelaskan, penetapan lima mantan anggota DPRD Pasaman Barat tersebut sebagai tersangka, setelah tim penyidik menemukan barang bukti dugaaan tindak pidana korupsi dan dari keterangan saksi-saksi.

“Kita telah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang lebih saksi dan juga beberapa barang bukti dokumen. Ini baru tahap awal dan akan terus dikembangkan, tidak tertutup kemungkinan juga akan ada tersangka baru nantinya,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, para tersangka tersebut diduga melakukan tindakan korupsi pada anggaran perjalanan dinas pada sekwan DPRD Pasaman Barat pada 2019 dengan anggaran yang terserap sekitar Rp27.165.361.405 dari total anggaran sebesar Rp32.015.823.405.

“Kerugian negara akibat perbuatan tersangka sekitar Rp650 juta, dan kerugian negara ini sudah dikembalikan oleh para tersangka pada proses penyidikan dan sudah kita storkan ke kas daerah,” tetangnya.

Ketiga tersangka yang ditahan untuk sementara dititipkan di tahanan Polres Pasaman Barat, sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Kota Padang.

Kepada kelima tersangka, dijeratkan pasal 2 ayat 1 sub, pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999, diubah menjadi UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (EL)

Related posts