Duh Gawat, Ada Gerbang Neraka di Turkmenistan, Kok Bisa Muncul?

  • Whatsapp
Api membara di Turkmenistan

MINANGKABAUNEWS.COM, INTERNATIONAL — “Gerbang Neraka” muncul di Turkmenistan. Bahkan Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdimuhamedow memerintahkan pejabat untuk memadamkannya.

Gerbang Neraka yang dimaksud adalah api di kawah gas Darvaza yang terletak di tengah gurun Karakum. Kawah ini terletak sekitar 270 km dari ibu kota Turkmenistan, Ashgabat dan memiliki nama resmi ‘The Radiance of Karakum’.

Namun karena terus-terusan memuntahkan api abadi, penduduk setempat biasanya menyebutnya sebagai ‘The Door to Hell’ alias Gerbang Neraka. Api dikabarkan telah muncul selama 50 tahun atau beberapa dekade terakhir.

Upaya penutupan Gerbang Neraka sebenarnya juga bukan hal baru. Berdimuhamedow sempat memerintahkan para ahli untuk menemukan cara memadamkan api di 2010.

Ini bukan tanpa alasan. Api harus dipadamkan karena berdampak negatif baik terhadap lingkungan maupun kesehatan orang-orang yang tinggal di dekatnya.

“Kami kehilangan sumber daya alam yang berharga yang mana kami bisa mendapatkan keuntungan yang signifikan dan menggunakannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kami,” katanya dalam sambutan yang disiarkan televisi, dikutip Senin (10/1/2022).

Meskipun tidak ada catatan tentang bagaimana lubang yang terbakar itu awalnya ditemukan, teori paling populer menunjukkan bahwa Gerbang Neraka muncul tahun 1971. Kala itu Turkmenistan masih di bawah kekuasaan Uni Soviet.

Menurut teori, ahli geologi menabrak kantong gas alam saat sedang mengebor minyak. Diyakini untuk mencegah penyebaran metana, mereka membakarnya dan terus menyala sejak saat itu.

Sementara ahli geologi Turkmenistan percaya kawah itu terbentuk pada 1960-an dan baru menyala 1980-an. Hal ini belum terpecahkan sebab, seperti pada saat Turkmenistan berada di bawah kekuasaan Uni Soviet, setiap catatan pembuatan kawah sekarang menjadi informasi rahasia.

Misteri seputar lubang api tersebut juga telah mengubahnya menjadi objek wisata yang populer di negara ini. Tercatat ribuan orang mengunjungi daerah itu setiap tahun untuk melihat lubang neraka dari dekat.

Related posts