Duh Gawat, Dosen Unsri Ini Akhirnya Ngaku Cabuli Mahasiswi

MINANGKABAUNEWS.COM, PALEMBANG — Oknum dosen yang dilaporkan mahasiswinya ke Polda Sumsel karena diduga telah melakukan pelecehan seksual saat bimbingan skripsi mendapatkan sanksi tegas dari Rektorat Universitas Sriwijaya (Unsri).

Oknum dosen yang menjabat kepala jurusan (Kajur) itu mendapatkan tiga sanksi setelah mengakui perbuatannya dalam pemeriksaan oleh pihak universitas.

Wakil Rektor I Unsri, Prof Zainuddin mengatakan, usai melaksanakan pemeriksaan secara internal oleh pihak universitas, pemberian sanksi pihak Unsri terhadap dosen A dilakukan melalui sejumlah pertimbangan.

“Dari hasil pemeriksaan, dosen A mengakui perbuatannya. Sanksi sudah diberikan oleh pihak Rektorat. Sanksi itu juga sudah dikoordinasikan dengan ahli hukum di Fakultas Hukum,” tutur Zainuddin, Rabu (1/12/2021).

Terkait detail sanksi yang dijatuhkan, lanjut Zainuddin, pihak kampus tidak bisa menyampaikannya ke publik karena menyangkut pribadi dosen tersebut.
“Kita tidak bisa menjelaskan secara detail terkait sanksi yang kita berikan karena itu sudah menyangkut pribadi seseorang dan bukan untuk konsumsi publik. Yang jelas, sudah kita berikan sanksi berupa sanksi akademik, administrasi, dan pencopotan dari jabatannya sebagai Kajur,” katanya.

Terkait tindakan kepolisian yang akan memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah TKP di kampus Unsri, Indralaya, Ogan Ilir, Zainuddin menyebut Unsri menyerahkan proses hukum atas laporan mahasiswi itu sepenuhnya ke pihak kepolisian.

“Tentu kita akan serahkan proses hukumnya ke pihak kepolisian. Seperti apa nantinya, kita tidak akan ikut campur karena secara institusi kita sudah memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang ada,” kata Zainudin.

Sementara itu, Kasubdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Masnoni mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus dugaan pencabulan yang dialami seorang mahasiswi Unsri.

“Setelah nanti kita melakukan pendalaman dan pemeriksaan, kita akan panggil saksi-saksi. Dan kita juga akan cek TKP. Berdasarkan keterangan korban, saat kejadian pencabulan berlangsung satu kali, bahkan korban sempat melakukan perlawanan,” tutup Kompol Masnoni.

Related posts