Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi, Disperindagkop dan UKM Beri Pelatihan Kepada UMKM

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, PARIAMAN – Salah satu usaha yang diminati oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini adalah, usaha industri makanan yang merupakan salah satu sektor yang mendukung pemulihan ekonomi nasional dimasa pandemi covid-19 yang masih mewabah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit, saat membuka acara Pelatihan Diversifikasi Makanan Olahan Khas Pariaman Bagi UMKM Kota Pariaman di gedung pertemuan SMKN 2 Pariaman, baru-baru ini.

Read More

Pelatihan ini digelar selama tiga hari mulai dari tanggal 31 Agustus s/d 2 September 2021, bertempat di Gedung pertemuan SMKN 2 Pariaman, dengan narasumber berasal dari Instruktur Boga SMKN 2 Pariaman, Instruktur Boga dari Royal Asia Collage di Padang, dan Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman.

Gusniyetti menjelaskan bahwa program ini untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan cara memberikan bantuan modal usaha bagi pelaku mikro (BPUM). Pada tahun 2020 pemerintah kota (Pemko) Pariaman telah memfasilitasi para pelaku UMKM sebanyak 5.021 UMKM dengan nilai bantuan Rp.2.400.000,-/UMKM. Sedangkan pada tahun 2021 ini telah difasilitasi sebanyak 6.978 UMKM dengan nilai bantuan Rp.1.200.000/UMKM.

“Semua itu dilakukan dengan tujuan untuk memberikan motivasi, pembekalan ilmu dan skill (keahlian) kepada pelaku UMKM, agar kedepannya mereka akan lebih bisa mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi, ditengah persaingan yang begitu ketat saat ini,” terang Gusniyetti Zaunit.

Ia menambahkan, dengan terus berkembangnya industri makanan ringan dan makanan olahan di Kota Pariaman, diharapkan pelaku UMKM dapat tumbuh dan mulai bangkit kembali akibat pandemi ini, serta dapat meningkatkan kunjungan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat kota pariaman.

“Semoga dengan dilaksanakannya pelatihan bagi UMKM kota pariaman ini, dapat meningkatkan Sumber Daya Manusisa (SDM) bagi pelaku UMKM dalam menciptakan produknya, sehingga dapat bersaing di pasar baik lokal maupun nasional,” imbuhnya.

Related posts