Dukung Program Vaksinasi, Darul Siska Gandeng Kemenkes Bawa 1000 Dosis Vaksin untuk Tanah Datar

  • Whatsapp
Darul pada kegiatan sosilasi Germas dan pemberian vaksin terhadap 200 orang di Aula Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (8/8).

MINANGKABAUNEWS.COM, TANAH DATAR — Berawal dari kunjungan Komisi IX DPR RI akhir Mei 2021 lalu ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, Darul Siska dari Golkar prihatin melihat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus mengalami kenaikan. Keprihatinan lainnya, diketahui posisi realisasi program vaksinasi juga berada di tiga terbawah nasional.

Menyikapi itu Anggota DPR RI Komisi IX Darul Siska dari hasil diskusi dengan Gubernur Mahyeldi dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi terkait langkah yang harus ditempuh, yakni dengan meningkatkan tracing, trecking dan testing, mengoptimalkan kampanye tentang protokol kesehatan. Sementara Darul intens juga membangun kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk membawa vaksin ke Sumbar sekitar 4-5 ribu dosis.

Read More

“Diawali beberapa waktu lalu sebanyak 500 dosis lebih di Kabupaten Sijunjung, Solok dan Kota Solok dengan menggandeng BPJS. Sedangkan kesempatan kali ini melalui Kemenkes, kita kembali membawakan Sumbar sebanyak 1.000 dosis untuk Tanah Datar. Semoga upaya kerja sama kami dengan pusat bisa maksimal mendorong suplai vaksin ke Sumbar,” kata Darul pada kegiatan sosilasi Germas dan pemberian vaksin terhadap 200 orang di Aula Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (8/8/2021).

Darul juga menyampaikan kesepakatan bersama Dinkes Sumbar dalam setiap kegiatan sosialisasi dengan masyarakat diintegrasikan dengan program vaksinasi. Darul mengaku berupaya maksimal membantu jajaran Dinkes Sumbar, agar segera mencapai health immunity dengan mencapai 80 persen masyarakatnya divaksin. Upaya ini memacu capaian minimal posisi tiga teratas nasional meski tidak mudah mendapatkannya.

“Sumbar saat ini secara keseluruhannya baru mencapai 1 juta lebih dari 9 juta dosis kebutuhan. Kita berharap jika bisa mencapai 80 persen divaksin, bisa mewujudkan masyarakat untuk hidup normal tanpa masker dan melaksanakan kegiatan normal kembali seperti biasanya,” harapnya.

Kemudian dalam menjawab upaya maksimalisasi penerapan program vaksinasi ini secara nasional, Darul menyebut sudah menjadi dinamika hampir di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan vaksin merupakan barang yang diperebutkan negara-negara di dunia, seperti Astrazeneca produksi India dari kesepakatan mulanya teruntuk bagi Indonesia sebanyak 8 juta vial, batal karena kepentingan yang sama di negara tersebut.

“Inti masalahnya adalah, ketersediaan vaksin di dunia yang juga berimbas bagi Indonesia untuk mendapatkannya. Hal ini juga disikapi sangat maksimal jajaran di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), hingga keliling dunia guna mendapatkan vaksin untuk Indonesia. Mudah-mudahan kebutuhan Indonesia untuk 420 juta vial bisa terpenuhi dari kira-kira 130 juta yang sudah terakomodir.

Sementara itu, Kadinkes Sumbar Ary Yuswandi menyebut sementara ini capaian vaksinasi Sumbar masih berada di angka 14,5 persen dari 4,4 juta jiwa sasaran. Menyikapi keterbatasan suplai vaksin yang mengandalkan kuota impor, jatah Sumbar direalisasikan seefektif mungkin guna menjaga konsistensi seiring meningkatnya animo dan kesadaran masyarakat terhadap program vaksinasi.

“Kita sangat berterima kasih pada Pak Darul Siska, hasil kemitraannya dengan Kemenkes dan BPJS Kesehatan sangat membantu mendongkrak persentase vaksinasi di Sumbar. Sementara untuk program boster vaksin yang diperuntukan khusus bagi tenaga kesehatan (nakes), 30.200 dosis jenis vaksin Moderna dengan posisi sebagiannya sudah terealisasi. Diimbau agar kabupaten kota segera mengambil untuk dapat diberikan terhadap nakes,” terang Ary.

Kepala Dinkes Kabupaten Tanah Datar, Yesrita mengaku sangat bersyukur dengan program Darul Siska dari Komisi IX DPR RI bersama Kemenkes mendorong pasokan vaksin Sumbar hingga Tanahdatar kebagian sementara ini sebanyak 1.000 dosis.

“Alhamdulillah, Tanah Datar dapat jatah 1.000 dosis dari program kemitraan Pak Darul Siska dengan Kemenkes. 500 dosis sebelumnya telah dilakukan vaksinasi terhadap masyarakat di Kecamatan Batipuh, dan kali ini 200 dosis di X Koto. Sedangkan sisanya 300 dosis lagi, akan kita distribusikan secara proporsional dengan melihat jumlah sasaran lebih banyak belum tersentuh vaksin. Capaian di Tanahdatar dengan 300 ribu lebih sasaran, sementara ini masih berada di angka 11,9 persen,” tutur Yesrita sembari berharap suplai lancar.

Ketua Komisi II DPRD Tanah Datar dari Fraksi Golkar, Dedi Irawan yang hadir pada kesempatan itu menyebut kegiatan vaksinasi dari program kemitraan Komisi IX DPR RI melalui Darul Siska di pusat adalah sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menyikapi pentingnya vaksinasi dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.

“Pemerintah, baik daerah, provinsi maupun pusat dari eksekutif dan legislatif akan terus berupaya maksimal menuntaskan program vaksinasi ini. Karena itu kepada masyarakat, kami mengimbau agar bersabar menunggu antrean suplai vaksin ke daerah. Termasuk ke Tanahdatar. Masyarakat jangan termakan informasi negatif yang tidak berkompeten terkait vaksin maupun hal berkaitan dengan Covid-19 ini,” tutup Dedi.

Related posts