Dukungan Menyusui di Masa Pandemi bersama Konselor ASI, Ruri Suwita, A.Md.Keb

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Dukungan menyusui di masa pandemi dalam rangka Pekan Menyusui Sedunia Tahun 2021 ini, menjadi inspirasi bagi ibu-ibu muda di Indonesia dan khususnya di Kota Bukittinggi.

Hal ini disampaikan Konselor ASI Kota Bukittinggi, Ruri Suwita, A.Md.Keb saat ditemui Minangkabaunewscom di ruang kerjanya. Jum’at (13/8/2021).

Read More

Menurut Bd. Ruri Suwita, bahwa persiapan menyusui ini tidak hanya dimulai pada saat anak mau lahir saja, akan tetapi ibu menyusui ini juga butuh banyak persiapan sebelumnya.

“Untuk mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) yang berkualitas, persiapan menyusui itu harus dimulai dari masa remaja putri, dimana mereka sudah diberikan tablet vitamin tambah darah atau Fe pada saat dia haid,” ujar Konselor ASI ini.

Ruri lebih lanjut mengatakan, saat ibu hamil nanti, diharapkan nutrisinya sudah bagus dan diikuti dengan lingkar lengan yang tidak kurang dari 23,5 cm. Pada saat lingkar lengan kurang dari 23,5 cm persiapan kehamilan diprediksi akan mengalami kendala nanti. Jika lingkar lengan ibu kurang dari 23,5 cm, maka ibu dikategorikan kurang gizi atau nutrisi, sehingga akan berpengaruh pada bayinya dan bisa jadi berat badannya rendah atau kelahiran bayi prematur nantinya.

“Pada saat ibu hamil, kita juga sudah mempersiapkan proses untuk menyusui, yang dibuktikan dengan perawatan payudara, dan akan membantu si ibu dalam proses menyusui nanti,” jelas ibu lima orang anak ini.

Ia menambahkan, ada beberapa hal yang dialami ibu dalam masa menyusui, seperti masalah payudara dan puting susu yang akan menghambat proses menyusui nantinya.

Perawatan itu sebaiknya harus dimulai dari awal kehamilan dan dilanjutkan setelah persalinan, kemudian anak langsung dikenalkan dengan payudara ibu dengan melakukan inisiasi menyusui dini pada anak.

“Kita mengharapkan dalam waktu satu jam anak berada diatas perut ibu sudah bisa mencapai puting susu untuk mendapatkan ASI, sehingga anak tersebut mendapat kolestrum atau air susu pertama yang banyak mengandung anti body untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak, dan dilanjutkan hingga si anak usia dua tahun,” imbuh Wanita lulusan STIKes Perintis Bukittinggi ini.

Ruri lebih lanjut mengatakan, pada saat anak lahir, tidak semua ibu langsung bisa menyusui, namun banyak kendala- kendala yang dialami ibu. Disinilah fungsi Konselor ASI untuk memberikan teknik- teknik menyusui yang benar, sehingga ibu tidak mengalami kesulitan pada masa menyusui dan bayinya juga bisa menyusui dengan benar.

Kategori Air Susu Ibu (ASI) ini, ada tiga: pertama itu namannya ASI awal, kedua ASI matur dan ketiga ASI akhir.

“Kita berharap semua bayi itu mendapatkan ASI akhir yang banyak mengandung lemak, sehingga bayi akan merasa kenyang, sehingga bayi tidurnya pulas, tidak rewel dan juga dapat meningkatan berat badan bayi,” terang ASN pada Puskesmas Nilam Sari ini.

Dulu dibeberapa Dinas Kesehatan (Dinkes), khususnya di Kota Bukittinggi, sudah membentuk beberapa kelompok, termasuk kelompok peduli ASI ini.

“Dengan adanya kelompok peduli ASI di setiap Kelurahan, kita bisa berdayakan untuk memantau ibu menyusui yang terdampak Covid -19 dan juga dapat memberikan edukasi pada ibu menyusui, baik itu melalui kunjungan rumah dengan menggunakan prokes atau sekedar hanya mengingatkan,” tutur Ruri dengan nada optimis.

Melalui kemajuan teknologi saat ini, para kelompok peduli ASI yang sudah dibentuk dapat menggunakan media seperti, Whatsapp, atau menggunakan facebook (fb), untuk mengingatkan kembali, bahwasanya ASI ini sangat penting bagi si bayi, meskipun ibu menyusui terkonfirmasi positif.

Pada masa pandemi ini, petugas kesehatan di Bukittinggi langsung turun kerumah masyarakat yang terpapar, khususnya ibu menyusui, sampai si ibu menyusui yang terkonfirmasi positif tersebut hasil swapnya negatif.

“Kita harus memberikan perhatian lebih khusus lagi kepada ibu menyusui dan keluarganya, dalam pemberian nutrisinya, seperti nutrisi buah, sayur, pemberian makanan tambahan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan imun si ibu tersebut. Apabila nutrisi ibu menyusui sudah berkurang, otomatis suplay ASI kepada bayi juga ikut berkurang,” tutup Konselor ASI ini mengakhiri.

Related posts