Eksistensi Bahasa Ibu di Tengah Kepopuleran Bahasa Asing

  • Whatsapp

Oleh: Muhammad Arjun

Bahasa ibu adalah bahasa pertama yang digunakan seseorang dalam berkomunikasi. Bahasa ibu memiliki peranan penting dalam kehidupan sehingga setiap tanggal 21 Februari akan diperingati sebagai hari bahasa ibu internasional. Hari bahasa ibu diperingati sebagai bentuk kepedulian terhadap multibahasa yang ada di dunia dengan harapan menumbuhkan kesadaran bahwa keberagaman merupakan aspek penting yang harus dijaga. Lalu, seberapa tahukah kita terhadap bahasa ibu? Seberapa pedulikah kita dengan keberadaan bahasa ibu? Istilah bahasa ibu mungkin sudah diketahui oleh beberapa orang. Namun untuk orang yang masih awam pasti akan bertanya-tanya apa itu bahasa ibu karena faktanya pembicaraan untuk membahas seputar bahasa ibu masih jarang dilakukan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa ibu adalah bahasa pertama yang dikuasai manusia sejak lahir melalui interaksi dengan sesama anggota masyarakat bahasanya seperti keluarga dan masyarakat lingkungannya. Bahasa ibu merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat untuk berinteraksi dengan sesama masyarakat bahasanya. Bahasa ibu tumbuh di suatu wilayah dan diajarkan oleh keluarga kepada keturunan sebagai generasi penerusnya. Bahasa ibu juga dikenal dengan istilah bahasa lokal. Bahasa ibu menjadi sarana pendidikan karakter yang pertama bagi seorang anak. Bahasa ibu akan membentuk kepribadian anak, apakah baik atau buruk tergantung pada penggunaan serta pengajaran dari bahasa ibu tersebut.

Read More

Dewasa ini, fenomenal yang berhubungan dengan bahasa semakin marak terjadi. Semakin canggihnya teknologi membuat akulturasi budaya tidak bisa dielakkan. Bahasa yang berkembang di dalam masyarakat semakin beragam jenisnya. Tak bisa dipungkiri bahwa semakin hari bahasa ibu mulai tersaingi oleh adanya bahasa asing. Sebelum membahas lebih lanjut, kita perlu mengetahui apa sajakah fungsi bahasa dalam kehidupan. Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan. Bahasa memudahkan manusia dalam berinteraksi. Dengan bahasa, kita bisa mewariskan budaya kepada generasi muda agar budaya kita tidak punah. Bahasa juga bisa menjadi sarana untuk mengembangkan pola pikir masyarakat dan membuat kemajuan bagi kehidupan bermasyarakat. Dengan fungsi dan peran yang sangat penting tersebut, apakah kita akan membiarkan bahasa lokal kita tersisih? Apakah kita hanya diam jika bahasa ibu kita semakin hari semakin ditinggalkan? Apakah kita harus menomorduakan bahasa ibu? Semakin hari bahasa asing mulai menguasai kehidupan masyarakat. Bahasa asing mulai digemari oleh masyarakat karena kebijakan-kebijakan yang mendukung penggunaan bahasa asing. Bahasa asing sangat diperlukan dalam menghadapi era globalisasi. Dan sebagai generasi muda kita harus pandai dan selektif dalam menghadapi perkembangan zaman yang kian pesat.

Belakangan ini, eksistensi bahasa lokal mulai terganggu oleh bahasa asing yang kian populer. Sebagai contoh, banyak dari orang tua yang mengharuskan anak-anak mempelajari bahasa asing. Orang tua melarang anaknya menggunakan bahasa lokal karena dianggap sudah tertinggal dan tidak perlu. Sedangkan jika menggunakan bahasa asing, orang tua akan berbangga dan merasa bahwa bahasa asing itu keren. “Wah, anak itu sangat keren, ia sangat pandai berbahasa asing.” Perspektif inilah yang belakangan ini banyak muncul dalam kehidupan bermasyarakat dan kemudian semakin men-doktrin masyarakat agar berpacu untuk mempelajari bahasa asing. Apakah mempelajari bahasa asing adalah sebuah kesalahan? Tidak, bukanlah sebuah kesalahan jika kita mempelajari bahasa asing karena kebijakan-kebijakan nasional maupun internasional membuat kita harus bisa menguasai bahasa asing agar kita bisa bersaing dengan manusia dari belahan bumi lain yang tentunya sangat memerlukan kemampuan berbahasa asing. Namun, meskipun demikian jangan sampai kita melupakan bahasa lokal karena terlalu antusias dengan bahasa asing.

Sudah kita ketahui bersama bahwa orang tua memicu anaknya untuk mempelajari bahasa asing. Terlebih-lebih dengan adanya era globalisai membuat bahasa asing menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki jika ingin bersaing di era saat ini. Kejadian seperti ini tentunya sangat memprihatinkan. Hal ini menjadi bukti bahwa semakin hari kualitas dan kuantitas penggunaan bahasa lokal semakin berkurang. Kesalahan seperti ini bisa muncul karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya bahasa lokal. Fenomenal ini tentunya menjadi salah satu efek negatif dari penggunaan bahasa asing.
Sebenarnya tidak masalah jika kita ingin mempelajari bahasa asing, namun yang perlu kita garisbawahi adalah jangan sampai bahasa asing membuat kita lupa akan bahasa lokal, jangan sampai mengurangi penggunaan bahasa lokal, apalagi sampai membuatnya punah. Bahasa lokal seperti bahasa minang merupakan sebuah jati diri yang dimiliki oleh daerah. Pada bahasa lokal terdapat sesuatu yang istimewa, sesuatu yang khas dan menjadi pembeda daerah tersebut dengan daerah lain.

Fenomenal pengguna bahasa lokal yang mulai berkurang selain disebabkan oleh bahasa asing yang semakin populer, bisa juga disebabkan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah dalam dunia pendidikan. Pendidikan di Indonesia tidak ada yang membahas seputar bahasa lokal. Jikapun ada, mungkin yang dibahas hanya bagian kecilnya saja. Sekolah tidak mendidik atau mengarahkan para murid untuk melestarikan bahasa lokal yang dan lebih mendukung agar para murid mempelajari bahasa asing dan menguasainya. Sama halnya dengan yang dilakukan oleh orang tua ataupun keluarga kepada anaknya.

Penggunaan bahasa asing di daerah memang masih sedikit. Namun, bukan berarti hal tersebut membuat kita lengah karena bisa saja beberapa tahun yang akan datang bahasa lokal akan punah, tidak lagi digunakan dan digantikan dengan bahasa asing yang semakin merajalela. Demi menghindari hal tersebut, tentunya diperlukan kerja sama oleh semua aspek kehidupan, tidak hanya pemerintah, tidak hanya keluarga, tetapi semua pihak harus memiliki usaha yang berkesinambungan demi eksistensi bahasa lokal. Keluarga yang menjadi faktor pertama dalam pembentukan karakter harus mendukung penggunaan bahasa lokal bagi anak. Tidak masalah jika ingin mempelajari bahasa asing karena faktanya bahasa asing sangat diperlukan untuk bisa bersaing di era globalisasi, namun yang perlu diingat jangan sampai meninggalkan bahasa lokal yang menjadi citra daerah. Hal yang sama juga harus dilakukan pemerintah. Pemerintah diharapkan bisa menjadi pelopor penggunaan bahasa daerah. Pemerintah harus mengedukasi masyarakat akan pentingnya bahasa daerah. Semoga dengan adanya kesadaran dari semua pihak membuat eksistensi bahasa lokal kembali membaik dan semoga bahasa lokal tidak lagi dinomorduakan oleh para generasi muda agar bahasa lokal tetap bisa digunakan oleh generasi-genarasi selanjutnya.

/*Penulis :Mahasiswa Sastra Daerah Minangkabau, Universitas Andalas

Related posts