Elon Musk Beri Respon Mengejutkan soal Resesi, Sampai 18 Bulan

Elon Musk, pemilik Tesla (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA – Elon Musk mengomentari soal resesi. Ini dilakukan CEO Tesla itu saat mengadakan rapat pemegang saham 2022.

Kala itu banyak yang bertanya stal bagaimana perusahaan berencana untuk membelanjakan uangnya di tahun-tahun mendatang. Termasuk tentang prospek ekonomi globalnya.

Read More

Musk bercanda bahwa “membuat ramalan makroekonomi adalah resep untuk bencana”. Tetapi ia yakin bahwa AS khususnya “telah melewati puncak inflasi” dan kemungkinan akan melihat “resesi yang relatif ringan” selama sekitar 18 bulan.

Ia mendasarkan analisis ekonominya pada harga komoditas. Di mana Tesla membayar bahan dan barang yang dibutuhkan untuk membuat kendaraan listrik.

“Kami mendapatkan wawasan sedikit tentang ke mana harga barang akan bergerak seiring waktu. Karena ketika Anda membuat jutaan mobil, Anda harus membeli komoditas berbulan-bulan sebelumnya saat dibutuhkan,” katanya Kamis, dikutip CNBC International, Jumat (5/8/2022).

Secara keseluruhan, Tesla menargetkan memproduksi 20 juta kendaraan setiap tahun pada tahun 2030. Musk mengatakan akan membutuhkan sekitar selusin pabrik untuk itu, dengan masing-masing pabrik memproduksi 1,5 juta hingga 2 juta unit per tahun.

Saat ini Tesla mengoperasikan pabrik perakitan kendaraan di AS, China, Jerman. Di Amerika pabrik berada di Fremont, California, di Austin Texas.

Sementara di China, pabrik berada di Shanghai. Di Jerman, pabrik berada di Berlin.

Tesla sendiri, baru-baru ini memproduksi mobilnya yang ke-3 juta. Musk mengatakan pada hari Kamis dan berharap untuk mengumumkan lokasi pabrik baru akhir tahun ini.

Related posts