Empat Pelaku Pengrusakan Hutan Dalam Zona Rimba TNKS Ditangkap

  • Whatsapp
Tim gabungan TNKS, Gakkum Wilayah Sumatera dan Polda Sumbar saat mengamankan pelaku pengrusakan hutan dalam zona rimba tnks
Tim gabungan TNKS, Gakkum Wilayah Sumatera dan Polda Sumbar saat mengamankan pelaku pengrusakan hutan dalam zona rimba tnks

MINANGKABAUNEWS, SOLOK SELATAN — Diduga telah melakukan pengrusakan hutan dalam zona rimba Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Empat warga Solok Selatan ditangkap tim gabungan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) bersama Dirjen Gakkum Wilayah Sumatera, dan Polda Sumatera Barat.

Keempat warga yang ditangkap tersebut, merupakan warga Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Solok Selatan.

Read More

“Penangkapan ke empat pelaku ini sebagai upaya menghentikan aktifitas pengrusakan kawasan TNKS,” kata Kepala Balai Besar TNKS, Pratono melalui Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional wilayah II Sumatera Barat, Ahmad Darwis melalui pres rilis, Jumat (4/6/2021).

Menurutnya, dari empat orang pelaku tersebut, salah satu diantaranya bertindak sebagai aktor utama yang berusaha menggerakan masyarakat setempat.

Penangkapan ke empat orang tersebut, dilakukan pada Rabu dan Kamis (2 dan 3/6/2021). Tim juga membawa barang bukti berupa beberapa unit mesin gergaji rantai (chain saw), kendaraan roda dua dan alat-alat lain yang diduga dipergunakan untuk merusak kawasan hutan TNKS.

Sedangkan, untuk lokasi perusakan berada di jalur Pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan yang telah diresmikan oleh Pemkab Solok Selatan.

Dia menyebutkan, upaya pengrusakan dilakukan secara masif dan berkelompok makin meningkat. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat sebagai pengelola Kawasan Konservasi terus mengalami ancaman dari berbagai pihak seperti ilegal logging, perambahan dan perburuan.

Sedangkan upaya-upaya yang dilakukan dalam mengurangi ancaman tersebut salah satunya dengan melibatkan berbagai pihak termasuk masyarakat sekitar Taman Nasional.

“Upaya mempertahankan kelestarian kawasan TNKS salah satu tujuan utamanya adalah mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang berdampak terhadap masyarakat luas seperti banjir bandang, upaya peneggakkan hukum adalah upaya terakhir yang kami lakukan,” ujarnya.

Sebelum penangkapan, katanya TNKS sudah melakukan pendekatan dengan mendatangi langsung pelaku, memasang papan-papan larangan di lokasi.

“Akan tetapi upaya pendekatan tidak bisa menghentikan aktifitas dan malah meningkat aktifitas perambahan yang dilakukan oleh pelaku,” katanya.

Dia menjelaskan, semua temuan pelaku dan barang bukti diserahkan ke Penyidik Gakkum Wilayah Sumatera untuk dilakukan proses lebih lanjut. Untuk lahan yang telah dibuka, akan dilakukan pemulihan ekosistem berbasis masyarakat sehingga kegiatan ini juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

Selain mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat penghentian pengrusakan kawasan TNKS juga didukung oleh UNDP tiger sumatera project dan Flora Fauna Internasional (FFI), dimana juga ikut bergabung bersam-sama dengan tim di lapangan.

Perwakilan FFI yang turut ke lapangan E. Wiryadi mengatakan, dari hasil camera trip sebelum aktifitas pengrusakan dilakukan di lokasi juga menjadi habitat fauna-fauna yang dilindungi undang-undang. (dky)

Related posts