Epiyardi Asda Bercita-Cita Kabupaten Solok Bebas Dari Korupsi

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Epiyardi Asda, Bupati Solok bercita-cita di masa akan datang Kabupaten Solok bebas dan bersih dari korupsi.

Korupsi, menurut Epiyardi, akan mengganggu sistem pemerintahan yang sedang berjalan, merusak sistem hukum, dan mengganggu stabilitas ekonomi.

Read More

Karena itu saya berharap kepada semua Aparatur Sipil Negara Kabupaten Solok untuk bekerja sesuai aturan dan UU yang berlaku.

“Korupsi merusak semua sendi kehidupan disemua level dan merugikan rakyat. Saya minta pada ASN Kabupaten Solok untuk bekerja dengan baik dan benar. Jangan pernah lakukan korupsi karena resikonya sangat besar” kata Epiyardi Asda Bupati Solok pada kegiatan pembukaan Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi & Bimtek Monev Program Pengedalian Gratifikasi di Lingkup Pemerintah Kabupaten Solok, Rabu (11/10/2023).

Pada hari KPK RI hadir ditengah kita untuk memberikan bimbingan dan sosialisasi pengendalian gratifikasi. Karena serap ilmunya dan praktekan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara.

“Jangan rusak karir dan masa depan anda. Jika anda korupsi, bukan hanya anda yang teraniaya tapi juga keluarga anda ikut merasakan dampaknya. Katakan tidak pada korupsi” ingat Epiyardi dihadapan Ketua Tim Pemeriksa Direktorat Gratifikasi KPK RI, Anjas Prasetyo.

Selain itu juga hadir spesialisasi Sosialisasi Kampanye KPK RI, Agus Tinus Cahyo.

Anjar Prasetyo, Direktorat Gratifikasi KPK RI mengungkapkan diantara Kabupaten dan Kota yang menjadi penilaian, hanya Kabupaten Solok yang mengalami kenaikan nilai integritas.

“Penilaian integritas di Kabupaten Solok naik dari 69,1 di tahun 2021 menjadi 73,5 pada tahun 2022. Saat ini hanya Kabupaten Solok yang mengalami kenaikan, sementara daerah lainya belum menunjukkan tanda kenaikan nilai integritas” ungkap Anjar Prasetyo.***

Related posts