Film Pendek “Sekolah Rakyat” Siap Digarap, Kisah Anak Miskin yang Gapai Mimpi lewat Pendidikan!

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Sebuah angin segar berembus dari Kementerian Sosial! Kolaborasi dengan platform Penjaga Harapan segera melahirkan film pendek berjudul “Sekolah Rakyat”. Bukan sekadar tontonan, karya ini akan mengisahkan perjuangan haru anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang akhirnya bisa mengecap bangku sekolah sebagai jalan keluar dari jeratan kemiskinan.

“Sekolah Rakyat ini bukan tujuan, tapi alat yang negara sediakan agar anak-anak kita punya kesempatan mewujudkan mimpi, dan keluarganya perlahan bisa lepas dari kemiskinan,” tegas Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, saat menerima tim kreatif Penjaga Harapan di kantornya, Selasa (23/6).

Yang menarik, program ini menyasar tepat sasaran. Mayoritas murid yang akan digambarkan dalam film berasal dari keluarga desil 1 dan 2—mereka yang masuk kategori paling membutuhkan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan konsep sekolah berasrama, hadirlah harapan baru: anak-anak tak lagi terkendala zonasi atau jauhnya jarak geografis. Pendidikan layak kini bisa dijangkau!

Durasi 25 menit yang sarat makna ini akan membawa penonton ke pedalaman Cariu dan sekitarnya. Kita akan diajak menyaksikan transformasi seorang anak yang kesehariannya harus bekerja keras, hingga akhirnya cahaya masa depan terbuka berkat Sekolah Rakyat. Sebuah perjalanan “dari gelap menuju terang” yang pasti menggugah.

Donny Adhitia, Koordinator Konten Penjaga Harapan, menjelaskan bahwa film ini dibuat dengan pendekatan dramatis yang mengutamakan perubahan hidup, tanpa sedikit pun mengeksploitasi penderitaan. “Kami ingin membawa nilai ideologis Sekolah Rakyat ke masyarakat dengan cara yang menyentuh. Ini soal empati dan pemahaman bahwa program ini benar-benar menyentuh kehidupan nyata,” ungkapnya.

Mendukung penuh, Agus Jabo pun berpesan agar karya ini jadi langkah besar. “Kalau ini kita mulai, harus berhasil. Bukan sekadar produksi, tapi bagaimana masyarakat melihat negara hadir dan memberi harapan nyata,” ujarnya.

Direktur Utama Penjaga Harapan, Wildanshah, menambahkan bahwa film ini adalah jembatan kebijakan pemerintah agar lebih membumi dan mudah dipahami. “Substansi program tetap milik negara, pendekatan kreatif seperti ini pelengkap untuk memperluas jangkauan pesan,” tuturnya.

Tak hanya versi utuh 25 menit, tim juga menyiapkan trailer 30 detik yang bakal tersebar luas, termasuk di videotron! Proses syuting yang direncanakan berlangsung tiga hari ini akan digarap dengan riset matang dan konsultasi bersama Kementerian Sosial serta komunitas perfilman.

Nantikan kisah inspiratif yang akan membuka mata kita: bahwa pendidikan adalah kunci, dan Sekolah Rakyat adalah wujud nyata negara hadir untuk masa depan anak bangsa!

Related posts