Fintech Amartha Gaet Pasar Layanan Akses Keuangan bagi Emak-emak Pengusaha UMKM di Ranah Minang

  • Whatsapp
Media briefing Amartha di Padang.

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Amartha yang merupakan layanan fintech peer to peer lending yang menghubungkan pendana urban dengan pengusaha mikro dan kecil di pedesaan, sejak 2010 hingga sekarang sudah menyalurkan pendanaan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp 2,9 triliun. Kini Amarta mulai merambah pasar akses layanan keuangan bagi kaum ibu-ibu di Padang, Sumbar dengan nilai layanan akses keuangan Rp208 Milyar di Padang, Dharmasraya dan Pesisir Selatan.

Mitra Amartha menjalankan UMKM yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, industri rumah tangga, maupun kerajinan tangan. Namun, sektor perdagangan paling dominan dengan porsi 60 persen.

Read More

Arya Widyanto, CRSO Amartha menyatakan potensi pengembangan UMKM di Sumbar cukup besar dan cukup stabil, meskipun di tengah pandemi Covid-19.PT Amartha Mikro Fintek sebuah layanan fintech Peer-to-Peer (P2P) lending untuk usaha mikro telah menjalankan program bantuan permodalan khusus kaum perempuan desa di sejumlah daerah Indonesia untuk berwirausaha menumbuh kembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Program yang dijalankan Amartha ini sasarannya memang pengusaha perempuan, sejak 2010 sudah ada 46 ribu perempuan menjalankan berbagai jenis usaha di Sumbar,” kata Arya di Hotel Santika Padang, Rabu, (24/11/2021).

Ary juga menjelaskan, visi Amartha itu mewujudkan kesejahteraan merata di Indonesia terutama untuk masyarakat piramida bawah melalui layanan fintech pendanaan. Layanan ini menghubungkan mereka yang membutuhkan modal di pedesaan pengusaha-pengusaha mikro dengan pendanaan di perkotaan.

“Kini ini umur Amarta sudah 10 tahun, hingga kini kami sudah menyalurkan lebih dari Rp 2,9 triliun memberikan pendampingan, pengembangan usaha untuk lebih dari 550 ribu pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia,” tutur Arya

Ia menuturkan, Amartha merupakan lembaga yang fokus untuk menghubungkan perempuan pengusaha mikro pedesaan dengan investor perkotaan yang telah beroperasi sejak 2010. Amartha, lanjut dia, mengawali kiprahnya di Kabupaten Bogor sebagai lembaga keuangan mikro yang melihat besarnya peran UMKM dalam membangun perekonomian di Indonesia.

“Perubahan besar yang dilakukan Amartha bukanah tak beralasan. Amartha memiliki satu visi yaitu mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya di Sumbar,” katanya.

Dia menyebutkan, sejak berdirinya Amartha sudah melayank 19 ribu desa, 17 provinsi dan 3 pulau se-Indonesia

“Amrtha mewajibkan mereka membentik kelompok, dimana Setiap mitra wajib mengikuti pelatihan layanan literasi keuangan digital,” tuturnya.

Lanjutnya, sudah ada lima ratusan desa yang membentuk kelompok usaha perempuan, kemudian mendapatkan bantuan permodalan hingga akhirnya berhasil menjalankan usahanya.

Mereka yang sudah mendapatkan pinjaman bantuan permodalan, kata Arya, sebagian besar adalah perempuan produktif usia 20 sampai 30 tahun dengan produk usaha bermacam-macam.

Arya menyampaikan, Amartha sudah sejak awal berkomitmen untuk memberikan layanan keuangan hanya kepada perempuan pengusaha mikro pedesaan yang tidak memiliki akses perbankan.

Dia berharap, adanya Amartha yang menyambungkan pendana dari urban dengan pengusaha mikro di pedesaan melalui inovasi dan teknologi yaitu platform Amartha.com sehingga semua masyarakat mendapat akses untuk maju bersama.

“Sebuah mimpi besar yang membutuhkan partisipasi dari banyak pihak. Visi yang membuka peluang kolaborasi bagi kita semua, mendekatkan jarak antara kota dan desa, sehingga semua mendapat akses dan kesempatan untuk maju,” ujarnya.

Tambahnya, adapun beda pinjol dengan Amrtha sudah berizin penuh dari OJK sejak 2019 dan Amartha juga menurunkan petugas lapangan untuk melakukan edukasi literasi keuangan kepada mitra.

“Adapun pinjaman minimal Rp3 juta hingga 15 juta rupiah dengan tenor 15 bulan rata-rata dengan rentenya 1,5-2 persen perbulan. Pendanaan Amartha berasal dari BPR dan BPD,” tegasnya.

M. Akib, Petugas Lapangan Amartha mengatakan dalam upaya digitalisasi para ibu-ibu pengusaha Mikro diberikan edukasi digital melalui aplikasi Amartha+, di mana penggunanya 56 ribu di Sumatra sedangkan di Sumbar 37 ribu.

Related posts