Fraksi Golkar DPRD Padang Pariaman Diminta Terus Lakukan Pendidikan Politik

MINANGKABAUNEWS.COM, Lubuk Alung –Kebebasan dalam demokrasi adalah kebebasan yang bertanggungjawab. Tak bisa bebas sebebas-bebasnya,itupun dalam menyampaikan kritikan kepada pimpinan, juga ada tata cara dan mekanisme. Tak bisa bebas mutlak.

 

Filosofi di Minang malah lebih kuat lagi, dan luar biasa egaliter. Ada kata mendaki, menurun, melereng dan kata menurun.

Demokrasi tidak akan tumbuh di tengah masyarakat, kalau masyarakatnya tak punya budaya demokrasi itu sendiri.

 

Tanggungjawab pimpinan dan pengurus partai, adalah memastikan pendidikan politik itu sampai ke tengah masyarakat.

 

Sebab, bagi masyarakat paling bawah itu yang paling familiar itu, adalah apapun hasil pemilu itu, kita tetap seperti ini.

Mindset seperti ini yang harus di rubah. Khusus di Kabupaten Padang Pariaman, belum pernah partisipasi masyarakat memilih mencapai 75 persen.

 

Bahkan, dalam Pilkada tak cukup partisipasi itu 55 persen. Ini catatan khusus dalam pendidikan politik, yang tentunya sekalian meningkatkan elektabilitas partai dan calon yang akan maju dari partai bersangkutan.

 

Dua tahun menjelang 2024, Golkar Padang Pariaman melalui pokok pikiran anggota DPRD Sumbar Sitti Izzati Azis menggelar pendidikan politik bagi tokoh masyarakat.

 

Kegiatan diadakan di Lubuk Alung, Sabtu (26/2). Tentu ini bagian pelajaran penting, terutama dalam meningkatkan elektabilitas partai Golkar di daerah itu.

 

Evaluasinya, Golkar yang dapat empat kursi dari pemilu 2019, akan jadi batu lompatan pada pemilu dua tahun yang akan datang.

 

Penguatan kelembagaan, dan kader yang terkenal kuat di Golkar tentu tak bisa hanya sebagai warisan lama.

 

Partai berlambang pohon beringin itu di daerah ini dan juga secara nasional, tentu harus bergerak cepat merebut kembali kemenangan yang pernah diraih dulu-dulunya.

 

Termasuk juga dalam percaturan Pilkada, Golkar dituntut merebut kekuasaan itu, dan jangan hanya sebagai pelengkap.

 

Lewat pendidikan politik, Golkar menuju masa depan yang semakin cerah. Mengembalikan kekuatan lewat kebersamaan.

 

Rakyat yang memiliki kekuatan, harus direbut kembali oleh Golkar dalam merebut kekuasaan itu.

Sitti Izzati Azis yang sudah tiga periode di DPRD Sumbar, tahu betul dengan situasi masyarakat yang dia wakili.

 

Terkenal dengan anggota dewan yang dekat dengan masyarakat pemilih. Berbagai gelombang dalam pemilu, Sitti Izzati Azis lolos dengan selamat.

 

Dalam hal ini, pendidikan politik, Sitti Izzati Azis jadi model. Lewat pengalaman panjang, dan selalu memenangi persaingan, sangat patut dicontoh oleh pengurus dan kader Golkar di daerah pemilihannya.

 

Nama Sitti Izzati Azis ada di seluruh nagari yang ada di Padang Pariaman. Dia pandai menempatkan sesuatu pada tempatnya.

 

Pendidikan politik lewat Kesbangpol Sumbar ini yang difasilitasi Pokirnya, adalah langkah yang tepat, dan harus berkelanjutan.

 

Fraksi Golkar DPRD Padang Pariaman ikut memberikan andil, dan dituntut terus melakukan pendidikan politik di tingkat arus bawah.

 

“Selaku kekuatan partai di dewan, kita tahu dan merasakan paling banyak bersentuhan dengan masyarakat. Makanya, pendidikan politik ini dilakukan, sesuai kultur dan karater lingkungan masyarakat,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Padang Pariaman Syafrizal A.

Related posts