MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Keberadaan jalur kereta api dari Sawahlunto yang melewati Kabupaten Solok, patut digali agar sejarah tambang batu bara dan jalur kereta api bisa diwariskan pada generasi akan datang.
Jalur kereta api ini meninggalkan memori dan kenangan yang tak terlupakan oleh generasi yang hidup pada masa itu. Artinya, sudah seyogyanya apa yang lahir di masa lalu mampu memberi kenangan pada anak cucu kita akan keberadaan sebuah kisah atau sejarah tentang tambang batu bara.
“Inilah Galanggang Arang V yang digelar di Stasiun Kacang Nagari Kacang Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok, yang merupakan salah satu bukti sejarah keberadaan tambang batu bara dan jalur kereta api” kata Unri, Kepala Balai Pelestarian Budaya Wilayah III Sumatera Barat Dirjen Pengembangan Kebudayaan Kemenristek Republik Indonesia, Sabtu (25/11/2023), di Jorong Biteh Nagari Kacang Kabupaten Solok.
Dan hari ini, sebut Unri, tambang batu bara di Sawahlunto ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia, terhitung semenjak 6 Juli 2019 lalu. Ini merupakan tonggak sejarah pengakuan dunia terhadap warisan budaya Indonesia.
Empat tahun usai pengakuan UNESCO, ujar Unri, ada PR atau komitmen yang harus kita pegang teguh agar situs budaya ini tidak hilang dari ingatan generasi akan datang. Tugas kita melestarikan budaya Kabupaten Solok agar terus mendunia dan menjadi destinasi wisata yang mampu memberikan edukasi pada anak bangsa.
“Kita tidak boleh berhenti sampai disini, tugas dan tanggung jawab kita adalah menjaga dan melestarikan warisan dunia sebagai bukti sejarah bagi anak cucu kita di masa akan datang” sebut Unri.
Gelanggang Arang V terealisasi karena ada sebuah konsep kebersamaan antara rakyat dan pemerintah, ada kesatuan persepsi dalam pengembangan sejarah dan kebudayaan tambang batu bara.
“Mari kita jaga agar warisan dunia ini tetap lestari dan dinikmati oleh generasi kita di masa akan datang” himbau Unri.
Sementara, Bupati Solok Epiyardi Asda sangat mendukung kegiatan Galanggang Arang V tersebut, bahkan beliau meminta even Galanggang Arang disinkronkan dengan festival Empat Danau.
“Kami sangat mendukung even Galanggang Arang V ini, bahkan kalau bisa disinkronkan dengan festival Empat Danau” katanya.***






