Gawat! Anggota DPR M Shadiq Pasadigoe Buka Suara Soal Tekanan Sosial yang Hancurkan Generasi Muda Sumbar – Ada Tantangan Maut hingga Penyimpangan Seksual!”

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Sebuah kegelisahan melanda anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai NasDem, M. Shadiq Pasadigoe. Bagaimana tidak, ia melihat langsung bagaimana generasi muda Sumatera Barat kini terhimpit oleh tekanan sosial yang datang dari berbagai arah. Bukan hanya dari lingkungan pergaulan, tetapi juga dari medsos yang kadang tanpa filter, serta perubahan nilai yang berlangsung begitu cepat.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah peristiwa menyayat hati terjadi. Di Solok Selatan, seorang remaja meninggal dunia setelah nekat mengambil tantangan saat siaran langsung—ia masuk ke embung. Lalu, kasus kekerasan dalam rumah tangga yang meningkat, bahkan tak sedikit di antaranya mengarah pada dugaan pelecehan seksual. Ada pula kisah pilu tentang anak muda yang mengakhiri hidupnya sendiri karena tak kuat menanggung tekanan sosial dan persoalan pribadi.

Belum lagi fenomena lain yang mulai muncul ke permukaan: perilaku menyimpang di kalangan muda, termasuk indikasi penyimpangan orientasi seksual yang kini menjadi perdebatan hangat di tengah masyarakat. Semua ini, menurut Shadiq, menunjukkan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi generasi penerus Minangkabau saat ini.

“Ini alarm serius. Anak-anak muda kita sedang terdesak. Tekanannya nyata, dan kita tak bisa tutup mata,” ujarnya dengan nada prihatin.

Yang menarik, Shadiq menyebut kondisi ini sangat bertolak belakang dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau yang selama ini megang teguh adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Nilai luhur itu seharusnya jadi perisai, tapi kini seperti mulai terkikis.

Sebagai anggota Komisi XIII DPR yang membidangi hukum dan HAM, ia tak hanya sekadar bicara. Shadiq menekankan perlunya sinergi antara penegakan hukum, perlindungan HAM, dan pembinaan moral di masyarakat. “Tak bisa cuma mengandalkan penindakan. Harus ada langkah preventif yang sistematis, dari keluarga, sekolah, tokoh adat, sampai pemerintah daerah dan aparat,” tegasnya.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama Forum Adat, Hukum, dan Generasi Muda Minangkabau di Kota Padang. Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif. Tokoh adat, akademisi, dan perwakilan pemuda ikut angkat bicara.

Dalam forum itu, Shadiq juga membandingkan tantangan zaman dulu dan sekarang. Saat ia menjabat sebagai kepala daerah, pendekatan lokal masih cukup ampuh. Tapi hari ini? “Tantangan global masuk tanpa batas, apalagi dengan derasnya teknologi digital. Maka ini jadi tanggung jawab kolektif kita semua. Jaga generasi muda, jaga masa depan daerah,” pungkasnya.

Related posts