Gawat! Jepang Dilanda Tsunami, Akibat Letusan Gunung Tonga

MINANGKABAUNEWS, JEPANG – Akibat letusan gunung api bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha’apai di Tonga Mengakibatkan Tsunami menerjang pantai di Jepang. Minggu, (16/1/22).

Sebelumnya BMKG Jepang telah mengumumkan peringatan dini tsunami akibat letusan gunung bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha’apai akan sampai ke negeri sakura pada Sabtu malam sampai Minggu pagi.

Read More

Dilansir dari AFP, Minggu (16/1/2022), Badan tersebut mengatakan tsunami 1,2 meter (sekitar empat kaki) mencapai pulau selatan terpencil Amami Oshima sekitar 11:55 (1455 GMT) Sabtu sebelum daerah lain di sepanjang pantai Pasifik Jepang mengamati tsunami yang lebih kecil.

Sebelumnya, di Tonga ada sebuah gunung berapi bawah laut meletus pada Sabtu dan peringatan tsunami dikeluarkan atas beberapa negara pulau di kawasan Pasifik Selatan.

Di Media Sosial sudah banyak beredar yang memperlihatkan gelombang air laut menghantam rumah-rumah.

Kemungkinan kemunculan potensi tsunami dipantau di ibu kota negara Tonga, Nuku’alofa, dan ibu kota teritori Samoa Amerika, kata sebuah lembaga pengamat tsunami di Amerika Serikat.

Letusan gunung itu terjadi pada Sabtu pukul 04.10 GMT (11.00 WIB) di gunung berapi bawah laut, Hunga Tonga-Hunga Ha’apai, yang berada sekitar 65 kilometer sebelah utara Nuku’alofa dan menimbulkan tsunami dengan ketinggian 1,2 meter, kata Badan Meteorologi Australia.

Badan tersebut mengatakan pihaknya terus memantau keadaan namun sampai saat ini tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan pada daratan, pulau-pulau, dan wilayah Australia.

Tsunami setinggi sekitar 83 sentimeter terdeteksi oleh alat pengukur di Nuku’alofa dan gelombang air laut setinggi sekitar 61 sentimeter terdeteksi di Pago Pago, ibu kota Samoa Amerika, kata Pusat Peringatan Tsunami Pasifik.

Lembaga yang pemantau tsunami yang berpusat di AS itu kemudian mencabut peringatan tersebut pada Samoa Amerika, yang merupakan wilayah AS.

Fiji menyampaikan pengumuman peringatan tsunami dan meminta penduduk untuk menjauhi pantai “karena ada arus kuat dan gelombang berbahaya.”

Sementara itu, badan penanganan darurat Selandia Baru juga mengeluarkan imbauan atas pantai-pantainya di kawasan utara dan timur terkait pergerakan tsunami.(Mj)

Related posts