Gawat! MotoGP Qatar 2026 Terancam Batal di Tengah Timur Tengah Membara, Nasib Seri Lusail Menggantung

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, MotoGP — Mimpi buruk tengah menghantui para pecinta balap jet darat. Gelaran MotoGP Qatar 2026 yang dinanti-nantikan kini berada di ujung tanduk. Bukan karena masalah teknis atau pandemi, melainkan karena api konflik yang sedang berkobar hebat di kawasan Timur Tengah.

Kabara mengejutkan ini datang langsung dari bos besar MotoGP, Carmelo Ezpeleta. Ia mengaku sangat meragukan Sirkuit Lusail bisa menggelar balapan pada 12 April mendatang. Penyebabnya, situasi geopolitik yang kian memanas setelah serangan balasan dilancarkan, membuat langit di atas Teluk ikut “tertutup”.

“Apakah kita bisa balapan di Qatar pada 12 April? Sepertinya tidak,” ujar Ezpeleta dikutip dari Crash, dengan nada pesimistis.

Konflik terbaru dipicu oleh rentetan serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari lalu. Aksi tersebut memicu reaksi berantai; Iran dikabarkan melancarkan serangan balasan yang menyasar wilayah sekutu AS. Akibatnya, ruang udara di seantero Timur Tengah berubah menjadi zona terlarang. Penerbangan komersial saja berhenti, apalagi logistik MotoGP yang super sibuk.

Namun, Ezpeleta meminta para penggemar untuk tidak panik. Pihak penyelenggara, kata dia, sudah terbiasa dengan situasi darurat. Pembicaraan darurat dengan pihak penyelenggara di Qatar disebutnya sudah berlangsung intensif sejak akhir pekan lalu.

“Jangan khawatir. Kami ini jagonya bikin jadwal darurat. Kami selalu punya rencana B,” tegas Ezpeleta.

Yang menarik, ia menegaskan bahwa Qatar tidak akan dicoret dari kalender. Opsi yang paling memungkinkan bukanlah mencari sirkuit pengganti di negara lain, melainkan memundurkan jadwal balapan ke waktu yang lebih aman. Tidak ada opsi untuk menyerah.

“Pindah ke tempat lain? Tentu tidak. Kami hanya perlu menemukan tanggal yang tepat. Kami sedang menunggu kepastian dari mereka, dan kami yakin akan segera mendapatkannya,” tutupnya.

Dengan waktu yang masih tersisa beberapa minggu, dunia balap kini hanya bisa berharap agar badai konflik segera reda. Jika tidak, seri keempat musim 2026 ini akan menjadi korban pertama dari gejolak politik yang meluluhlantakkan kawasan. Akankah mesin MotoGP tetap meraung di gurun Qatar, atau terpaksa bungkam karena dentuman perang? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.

Related posts