MINANGKABAUNEWS.com, PADANG – Gelombang kekecewaan warganet di media sosial mengancam masa depan salah satu ikon wisata Kota Padang. Pantai Padang, yang dikenal dengan panorama matahari terbenamnya yang memukau, kini di ujung tanduk dan terancam masuk daftar “hitam” destinasi wisata.
Pemicunya adalah persoalan klasik yang terus berulang: ketidaknyamanan dan praktik pungutan liar, terutama di area parkir. Banyak pengunjung mengeluh dihampiri juru parkir tidak resmi yang memungut biaya seenaknya sejak pertama kali menginjakkan kaki. Minimnya fasilitas dan tata kelola yang semrawut semakin memperkeruh pengalaman berwisata.
Meski berbagai upaya penertiban telah dilakukan, masalah ini seolah tak pernah tuntas. Kondisi inilah yang memicu Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, untuk bersuara lantang. Ia menyayangkan lemahnya pengawasan di lapangan.
“Ini tidak boleh terjadi. Jika netizen sungguh memasukkan Pantai Padang ke dalam daftar blacklist, itu akan sangat merugikan industri pariwisata kita. Karena itu, pengawasan Satpol PP harus dimaksimalkan,” tegas Muharlion pada Rabu (21/1).
Muharlion mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk bertindak tegas. Menurutnya, payung hukum untuk memberantas pungli sudah jelas. “Aturannya ada. Yang dibutuhkan sekarang adalah kemauan kuat Pemko untuk menegakkannya. Jangan sampai citra buruk ini melekat,” tambahnya.
Tak hanya parkir liar, perilaku pedagang kaki lima (PKL) yang menaikkan harga secara semena-mena juga jadi sorotan. Muharlion meminta Pemko melakukan pembinaan serius agar para pedagang tidak merusak atmosfer wisata. “Biarkan wisatawan nyaman. Jika mereka nyaman, mereka akan kembali dan membawa lebih banyak orang,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Muharlion menekankan bahwa tuntutan wisatawan sebenarnya sederhana: kebersihan, tarif wajar, fasilitas layak, serta rasa aman dan nyaman. Tanpa pembenahan menyeluruh dan berkelanjutan, pesona Pantai Padang berisiko pudar—bukan karena alamnya yang kurang indah, tetapi karena tata kelola yang gagal memenuhi harapan.
Ancaman blacklist dari netizen ini menjadi alarm keras. Apakah Pantai Padang akan terselamatkan, atau justru kehilangan pesonanya selamanya? Tindakan tegas Pemko kini dinantikan.


