Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Mempengaruhi Kinerja Guru

  • Whatsapp
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah
Dr.Hj. Demina, M.Pd, Antoni Mahendra Idris, Felia Oktasari (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Dr.Hj. Demina, M.Pd, Antoni Mahendra Idris, Felia Oktasari (MAHASISWA DAN DOSEN IAIN BATUSANGKAR)

Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktivitas suatu kelompok organisasi menuju pencapaian tujuan. Kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting sebagai pemimpin dalam menggerakkan kehidupan sekolah guna mencapai suatu tujuan. Fungsi kepala sekolah adalah memberikan pengaruh kepada guru agar melaksanakan tugasnya dengan sepenuh hati dan semangat. Keberadaan guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keefektifan suatu proses belajar mengajar untuk pencapaian tujuan sekolah, sehingga guru dituntut untuk dapat menampilkan kinerjanya secara maksimal.

Read More

Tingkat pencapaian kinerja guru tidak lepas dari pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang mendorong sekolah untuk mencapai tujuan secara aktif dan efisien.Sehingga kepala sekolah dituntut atas efektifitas kepemimpinannya, baik laki-laki maupun perempuan sebagai kepala sekolah, terlihat dari tugas dan tanggung jawab kepala sekolah.

Gaya kepemimpinan merupakan sikap, atau penampilan yang dipilih oleh pemimpin dalam menjalankan tugas kepemimpinannya. Jadi gaya kepemimpinan merupakan pola perilaku yang secara konsisten ditunjukkan oleh pemimpin tersebut dan dapat diketahui oleh pihak lain ketika pemimpin berusaha untuk mempengaruhi aktivitas orang lain. Secara umum, tiga gaya kepemimpinan utama yang paling dikenal adalah sebagai berikut:

1. Gaya kepemimpinan otokratis
Gaya kepemimpinan otokrasi ini menempatkan kepala sekolah di SDN 12 Baruhbukit sebagai sumber kebijakan.Kepala madrasah adalah segalanya.Guru, pegawai, dan pegawai lainnya dipandang sebagai orang yang menjalankan perintah kepala SDN.Oleh karena itu, guru, staf, dan pegawai lainnya hanya menerima instruksi dan tidak diperbolehkan untuk berdebat atau mengeluarkan gagasan atau pendapat kepada kepala sekolah. Posisi ini tidak memungkinkan kepala madrasah serta guru, staf dan pegawai lain terlibat dalam urusan organisasi sekolah. Tipe kepemimpinan otokrasi memandang bahwa segala sesuatu ditentukan oleh kepala madrasah sehingga keberhasilan sekolah terletak pada kepala madrasah.

2. Gaya kepemimpinan demokratis

Gaya kepemimpinan demokratis memberikan ruang bagi persamaan pendapat, sehingga guru, staf, karyawan dan lainnya memiliki hak yang sama untuk berkontribusi pada tanggung jawab yang diembannya. Gaya kepemimpinan ini memandang guru, staf, dan karyawan lain sebagai bagian dari seluruh sekolah, sehingga mereka mendapatkan tempat yang sesuai dengan martabatnya sebagai manusia. Kepala madrasah mempunyai tanggung jawab dan tugas untuk mengontrol, dan mengevaluasi, mengarahkan, serta mengkoordinasikan berbagai pekerjaan yang dilaksanakan oleh guru, staf dan pegawai lainnya.

3. Gaya kepemimpinan laissez faire

Gaya kepemimpinan ini memberikan kebebasan mutlak kepada guru, staf, dan karyawan lainnya.Semua keputusan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan sepenuhnya diserahkan kepada guru, staf, dan karyawan lainnya.Dalam hal ini kepala sekolah bersifat pasif dan tidak mencontohkan kepemimpinannya.

4. Gaya Kepemimpinan Karismatik

Karisma adalah atribusi yang berasal dari proses interaktif antara pemimpin dan pengikut. Atribut karismatik tersebut adalah keyakinan yang kuat, sikap tenang, percaya diri, kemampuan berbicara dan yang terpenting adalah visi dan misi seorang pemimpin relevan dengan kebutuhan karyawannya. Berbagai teori tentang gaya kepemimpinan karismatik telah dibahas dalam kegiatan pembelajaran ini. Teori kepemimpinan karismatik menekankan pada identifikasi pribadi, generasi motivasi oleh pemimpin dan pengaruh pemimpin pada tujuan dan kepercayaan diri pengikut.

Kepala sekolah juga harus memberikan motivasi yaitusuatu dorongan dari diri seseorang untuk dapat menggerakkan karyawan yang diarahkan atau ditujukan untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi. Motivasi adalah upaya untuk mendorong seseorang agar mau bertindak sesuai dengan yang diinginkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.Motivasi adalah memberikan tenaga penggerak yang dapat menciptakan kegairahan kerja seorang guru, sehingga mau bekerjasama, bekerja secara efektif dan terintegrasi dengan segala upaya untuk mencapai kepuasan.

Guru adalah pekerjaan mulia, yaitu tenaga pendidik profesional dengan tugas pokoknya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik dalam pendidikan siswanya. Sebagai salah satu komponen dalam proses belajar mengajar (PBM), guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran dalam merancang, mengelola, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Jadi guru sebagai tenaga kependidikan merupakan salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan dari tujuan pendidikan karena guru bersentuhan langsung dengan siswa untuk memberikan bimbingan dan arahan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Motivasi kerja merupakan suatu kegiatan yang dapat menimbulkan dorongan bagi seseorang atau kelompok untuk dapat melaksanakan tindakan kerja, dimana seseorang yang memiliki motivasi kerja yang tinggi akan berusaha untuk melaksanakan tugasnya sekeras mungkin agar pekerjaan yang dilakukannya sedang melakukan itu berhasil.

Hubungan gaya kepemimpinan dan motivasi memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap motivasi kerja guru karena keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan karyawannya untuk mencapai suatu tujuan sangat bergantung pada bagaimana pemimpin tersebut menciptakan motivasi pada setiap karyawannya.

Pemimpin berusaha mempengaruhi dan juga memotivasi bawahannya agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan yang telah diharapkan. Motivasi di dalampekerjaan yang tinggi dapat didukung oleh gaya kepemimpinan yang tepat, sehingga gaya kepemimpinan yang dirasa kurang tepat dalam penerapannya dapat mempengaruhi motivasi para karyawannya dalam menjalankan aktivitasnya.

Tugas pokok seorang pimpinan dalam suatu lembaga dapat memberikan kontribusi yang besar berupa tenaga dan pemikiran kepada lembaga agar tujuan lembaga dapat tercapai. Tidak setiap pemimpin dapat menjalankan gaya kepemimpinan dengan baik, karena tugas dalam strategi kepemimpinan menuntut tanggung jawab yang besar. Selain itu, untuk menciptakan motivasi kerja yang tinggi diperlukan suatu tindakan yang dapat menumbuhkan motivasi kerja guru di suatu lembaga. Dan tindakan tersebut berasal dari pemimpin atau yang biasa disebut dengan gaya kepemimpinan.

Gaya kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap motivasi kerja guru, karena dalam motivasi kerja guru untuk memenuhi kebutuhannya sangat membutuhkan dukungan dari seorang pemimpin, oleh karena itu setiap pemimpin harus mengetahui dengan jelas apa yang dibutuhkan oleh guru / staf dan lembaga agar dapat memenuhi kebutuhannya. bekerja sama secara efektif. Dan selain itu guru / pegawai juga harus mengetahui apa yang diinginkan pimpinan dan lembaga agar dapat mencapai tujuan bersama yaitu tujuan guru/pegawai dalam memenuhi kebutuhannya dan tujuan lembaga, sehingga jelas disini bahwa peran seorang pemimpin sangat besar dalam mengatur bawahan dan pekerjaannya. Sehingga setiap pegawai/guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya benar-benar menunjukkan upaya peningkatan motivasi kerja. Sehingga secara umum penulis menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan dapat meningkatkan motivasi kerja.

Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan dituntut untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya terkait kepemimpinannya sebagai kepala sekolah, termasuk sebagai pemimpin pengajar.Harapan yang sering muncul dari para guru, siswa, tenaga administrasi, pemerintahan dan masyarakat agar kepala sekolah dapat menjalankan tugas kepemimpinannya seefektif mungkin guna mewujudkan visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan dalam optimalisasi sekolah.Selain itu seorang pemimpin juga dapat memperhatikan perkembangan individu dan organisasi di suatu sekolah.

Peran seorang pemimpin, akan menentukan kemana dan apa sebuah sekolah akan menuju. Sehingga dengan adanya seorang pemimpin akan menjadikan sekolah tersebut menjadi sekolah yang memiliki kekuatan untuk tumbuh dan berkembang menjadi sekolah yang unggul. Begitu pula kepala sekolah dasar sebagai pimpinan lembaga pendidikan formal memiliki peranan yang sangat penting dan berpengaruh dalam pemberdayaan tenaga kependidikannya. (*)

Related posts