MINANGKABAUNEWS.com, LIMA PULUH KOTA – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Lapangan Si Tujuh Khatib Sulaiman, Kabupaten 50 Kota, pagi ini. Di lokasi yang sarat nilai sejarah perjuangan tersebut, Advokat Ki Jal Atri Tanjung selaku Wakil Ketua Pengurus DHD BPK’45 Provinsi Sumatera Barat secara resmi melantik pengurus Dewan Harian Cabang (DHC) BPK’45 untuk empat wilayah sekaligus: Kabupaten 50 Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung, dan Kota Padang Panjang.
Pelantikan serentak ini sengaja digelar dalam rangkaian Upacara Peringatan Peristiwa Si Tujuh yang jatuh pada tanggal 15 Januari, mengingatkan pada peristiwa heroik 15 Januari 1949 dimana tujuh syuhada gugur. Ki Jal Atri Tanjung menegaskan, pemilihan lokasi ini adalah untuk menyalakan kembali semangat perjuangan para pahlawan di dada setiap anggota, agar komitmen melanjutkan perjuangan mereka tetap kuat.
Dalam sambutannya, Ki Jal Atri menyampaikan beberapa poin penting. Pertama, permohonan maaf dari Ketua Umum DHD BPK’45 Sumbar, Buya Mahyeldi Ansharullah, dan Ketua Harian, Dr. Ardizal Rahman, yang berhalangan hadir. Kedua, ucapan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Barat beserta Badan Kesbangpol Provinsi yang telah memfasilitasi acara bersejarah ini. Ketiga, apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati 50 Kota bersama Kesbangpol setempat atas dukungannya.
Namun, di balik kemeriahan dan kesakralan acara, terselip isu yang mengusik. Dalam rapat koordinasi di Kantor DHC BPK’45 Kabupaten 50 Kota, Ki Jal Atri mengungkapkan adanya upaya untuk “mengkerdilkan dan melupakan eksistensi DHC BPK’45” dalam proses pelantikan. Pernyataan ini menyiratkan dinamika dan tantangan internal yang dihadapi organisasi veteran ini.
Dalam kesempatan itu, Ki Jal Atri juga memberikan penjelasan mengenai legitimasi organisasi. Ia menegaskan bahwa DHN, DHD, dan DHC BPK’45 dibentuk oleh para pejuang Angkatan ’45 dan purnawirawan, dengan landasan hukum kuat yaitu Kepres No. 63 Tahun 1965. Seiring berkurangnya jumlah pelaku sejarah langsung, nama organisasi kemudian ditambah menjadi BPK’45, yang dikuatkan dengan Kepres No. 50 Tahun 1984. DHD BPK’45 Sumbar sendiri telah berdiri sejak 1970 dan kini dipimpin oleh Buya Mahyeldi Ansharullah berdasarkan Musda 2023.
Lokasi pelantikan bukan tanpa alasan kuat. Kantor DHC BPK’45 Kabupaten 50 Kota disebut memiliki catatan sejarah tersendiri, pernah dikunjungi oleh Prof. Dr. Soemitro Djoyokusomo, ayah dari Presiden Prabowo, yang kala itu tiba dengan mobil Sinamar kemudian dilarikan ke Bangkinang. Hal ini semakin mengukuhkan bahwa setiap sudut tempat ini menyimpan napak tilas perjuangan yang tidak boleh punah ditelan zaman.
Acara yang penuh simbol perjuangan ini diharapkan bukan sekadar seremonial, tapi menjadi pemantik untuk menjaga nyala api sejarah dan soliditas organisasi di tengah upaya-upaya pengabaian yang disebut masih mengintai.






