Gelar Bimtek angkatan VI, Dispar Sumbar Tingkatkan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, melalui Dinas Pariwisata Sumbar kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) angkatan VI sub kegiatan fasilitasi pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif angkatan V di Hotel UNP Padang, selama dua hari, Rabu-Kamis (23-24/8/2023).

Kegiatan Bimtek itu diikuti sedikitnya 100 pelaku Ekraf dari yang berasal dari city of rendang Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota.

Read More

Dinas Pariwisata Sumbar Terus perkuat peran masyarakat kembangkan Kemitraan Pariwisata
Bimtek Pelaku Ekraf ini atas inisiasi pokok pikiran Anggota DPRD Sumbar Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo

Kegiatan ini dibuka secara resmi Kadis diwakili Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar, Yulitri Susanti

Kadis Pariwisata Sumbar diwakili Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar, Yulitri Susanti mengatakan, bahwa Bimtek digelar selama dua hari Rabu dan Kamis. Hari pertama dilaksanakan pemberian materi kepada peserta. Sedangkan hari kedua melakukan atudi tiru di obyek wisata unggulan

“Hari ini 100 pelaku ekraf utusan dari Kota Payakumbuh dan Kota Payakumbuh mengikuti Bimtek tentang bagaimana meningkatkan sektor pariwisata khususnya di daerah tersebut,” katanya.

Bimtek ini menghadirkan banyak nasumber yang memberikan materi/ilmu yang berkaitan dengan ekonomi kreatif dan para narasumber ada yang berasal dari kalangan akademisi.

Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar menerangkan Payakumbuh dan 50 Kota memiliki kekayaan adat istiadat yang merupakan warisan nenek moyang sebagai modal dan harus terus dikembang

“Mindest perlu kita dirobah jangan mau jadi penonton kita harus jadi pelaku dengan Duta Wisata yang baik

Ia berharap para wisatawan sampai orang meninggalkan sampah di daerah kita, mereka perlu meningkatkan spend of money dan Length of Stay.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumbar Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo menerangkan potensi dan keunggulan yang dimiliki City Of Rendang dan Kabupaten 50 kota

“Potensi UMKM Payakumbuh sangat bagus, bahkan mereka menjadi pemasok utama sanjai pada Kota Bukittinggi, sebagai Anggota Komisi II DPRD Sumbar, kita dorong UMKM Payakumbuh dan Kabupaten untuk membentuk kelompok-kelompok agar mendapatkan bantuan permodalan, pembinaan hingga sarana prasarana dari pemerintah provinsi,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumbar memiliki komitmen untuk menciptakan 100 ribu enterpreanur yang masuk dalam program unggulan Mahyeldi-Audy. Terkait program ini dia melihat penerapannya masih belum optimal, beberapa waktu lalu dirinya mengalokasikan anggaran pokok pikiran (pokir) untuk pelatihan dan bimtek.

“Mari kita membangun kota payakumbuh dan Kabupaten bersama-sama, pariwisata tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja tapi juga butuh peran serta masyarakat,” Ujarnya.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts