MINANGKABAUNEWS.com, PALU — Detik-detik setelah guncangan magnitudo 6,7 melanda Sulawesi Tengah, suasana di Kota Palu langsung berubah sibuk. Bukan kepanikan yang terlihat, melainkan kewaspadaan yang bergerak cepat. Di sejumlah SPBU, seperti di Jalan Imam Bonjol dan Sisingamangaraja, puluhan kendaraan roda dua dan empat langsung membentuk antrean tertib—bukan untuk kabur, tapi untuk memastikan tangki penuh, siaga menghadapi kemungkinan apa pun.
Salah satu warga, Rahmat Arsyad, mengaku baru saja merasakan getaran kuat ketika ia langsung teringat satu hal: BBM. “Saya langsung isi penuh, khawatir jika gempa susulan terjadi dan kami harus pindah ke tempat lebih aman. Antreannya panjang, tapi saya maklum, semua orang berpikiran sama,” ujarnya dengan tenang. Hal serupa dirasakan Akbar Aba, yang melihat lonjakan kendaraan di setiap SPBU yang dilewatinya. “Masyarakat ingin berjaga-jaga, supaya kendaraan siap dipakai sewaktu-waktu,” tambahnya.
Meski volume konsumen melonjak, pelayanan di SPBU tetap normal. Petugas sigap mengatur arus agar tidak terjadi kemacetan di sekitar lokasi pengisian. Di balik antrean yang padat, terlihat kedisiplinan warga yang saling mengalah demi kebutuhan bersama.
Sementara itu, pemerintah kota dan kepolisian bergerak cepat. Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Trisno Yunianto, mengonfirmasi bahwa Jembatan Palu III untuk sementara ditutup karena ditemukan kerusakan pasca-gempa. Namun, jangan khawatir—jalur alternatif sudah disiapkan, rambu-rambu dipasang, dan petugas gabungan dari Dishub serta polisi diterjunkan untuk mengurai lalu lintas. “Ini perintah kepala daerah demi rasa aman dan nyaman masyarakat pengguna jalan,” tegasnya.
BMKG memang mencatat puluhan gempa susulan hingga siang hari, tapi imbauan tetap waspada—bukan panik—menjadi pegangan warga. Sebagian besar memilih bertahan di area terbuka, menyiapkan kebutuhan darurat, dan saling berbagi informasi resmi. Di tengah guncangan, Palu justru menunjukkan ketangguhan: antrean yang tertib, tanggap darurat yang terukur, dan kolaborasi warga-pemerintah yang cepat. Inilah wajah Palu yang siaga, tanpa kehilangan ketenangan.
