Gila! Oknum ASN di Agam Cabuli Anak di Bawah Umur saat Berburu Babi

  • Whatsapp
Press Release pengungkapan kasus oknum guru cabul di Agam, Jumat, (10/9/2021).

MINANGAKABAUNEWAS, AGAM — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) amankan seorang oknum ASN atas laporan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.

Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan, didampingi Kasat Reskrim, AKP Fahrel Hariz dan Kasubag Humas AKP Nurdin mengatakan, tersangka diamankan setelah pihak kepolisian mendapatkan laporan dari pihak korban.

Read More

“Pelaku berinisial FR (56), merupakan seorang ASN guru yang bertugas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Agam,” ujarnya Jum’at, (10/9/2021).

“Kita mendapat laporan korban pencabulan kemudian dikumpulkan keterangan dan dilakukan visum, barulah tersangka kita amankan,” ujarnya, Jumat (10/9/2021).

Disampaikannya, aksi pelaku diketahui oleh orang tua korban saat memeriksa telepon gengam milik anaknya.

“Saat memeriksa telepon genggam milik anaknya, ia mendapati terdapat gambar dan vidio tak wajar di pesan WhatsApp anaknya,” katanya.

Agar mengakui perbuatannya, orang tua korban mendesak anaknya untuk mengaku pesan tersebut dari tersangka dan korban juga mengaku sudah mendapatkan perlakuan tidak wajar.

Dari pemeriksaan polisi, diketahui tersangka terakhir kali melakukan aksinya pada Selasa, (30/8/2021) saat pergi berburu babi. Pelaku mengajak korban untuk menemaninya pergi berburu, kemudian korban mengikuti. Pelaku menyuruh korban menunggunya di pinggir jalan dan pergi bersama menggunakan mobil pelaku.

“Saat aksi terakhir, pelaku sempat melakuakn hal sebanyak 3 kali. Saat perjalanan di atas mobil, di semak-semak, dan saat akan pulang,” ungkapnya.

Saat aksi itu, dilanjutkannya, korban sempat memohon agar pelaku menghentikan perbuatannya, namun tidak dihiraukan oleh pelaku dan memberi korban uang sebanyak Rp100ribu agar korban tidak memberi tahu orang lain.

Dari hasil penyidikan polisi juga menemukan hasil penelusuran internet di telepon milik tersangka merupakan alamat situs dewasa sesama jenis.

“Saat ini kita masih menunggu laporan apakah ada korban yang lainnya untuk proses hukum,” terangnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 76E jo pasal 82 ayat (1) UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 289 jo Pasal 292 KUH Pidana dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (JNS)

Related posts