Gila! Ternyata Kabinet Israel Setujui Serangan Udara Besar-besaran ke Gaza Palestina

  • Whatsapp
israel serang gaza
Serangan udara Israel le Gaza (Foto: Dok Istimewa)

MINANGKABAUNEWS, INTERNASIONAL — Kabinet keamanan Israel menyetujui agresi udara besar-besaran ke Gaza. Hal itu dilaporkan media Israel pada Senin (11/5).

Menurut harian Israel Yedioth Ahronoth, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz juga telah mengumumkan keadaan darurat di daerah 80 kilometer di sekitar Jalur Gaza. Keputusan itu memberikan otoritas kepada pasukan Israel memberlakukan pembatasan interaksi masyarakat dan mengevakuasi penduduk dari daerah tersebut.

Read More

Menurut penyiar publik Israel KAN, tentara Israel pada Senin (10/5) malam mengancam Hamas bahwa balasan terhadap roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza akan “tajam dan tidak akan berlangsung beberapa menit, tetapi berhari-hari.” Tentara Israel telah memutuskan untuk menangguhkan sekolah di permukiman dekat Jalur Gaza pada Selasa.

Pada Senin malam, pesawat tempur Israel melancarkan serangan bertubi-tubi ke Jalur Gaza. Kelompok perlawanan Palestina menembakkan setidaknya 40 roket, termasuk tujuh roket ke Yerusalem, sementara roket-roket lainnya mengarahkan ke Ashkelon, Sderot, dan permukiman di pinggiran Gaza.

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, setidaknya 305 orang terluka ketika polisi Israel menyerbu Masjid al-Aqsa pada Senin di Yerusalem Timur yang diduduki dan menyerang warga Palestina yang sedang berjaga-jaga untuk mencegah kemungkinan penyerbuan oleh ekstremis Yahudi.

Ketegangan memuncak di daerah Sheikh Jarrah sejak pekan lalu ketika pemukim Israel menyerbu daerah itu setelah pengadilan Israel memerintahkan penggusuran keluarga Palestina. Warga Palestina yang melakukan aksi solidaritas dengan warga di Sheikh Jarrah menjadi sasaran pasukan Israel.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel tahun 1967 dan mencaplok seluruh kota pada 1980–sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. (Rep)

Related posts