Gokil! KKN Mahasiswa Unand Bantu Branding UMKM Terdampak Pandemi di Pakan Kurai

  • Whatsapp
KKN Mahasiwa Unand
KKN Mahasiwa Unand di Pakan Kurai (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Windi Aprilia & Nabilla

Penyebaran Virus Corona ini telah lebih setahun menyebar ke seluruh negeri. Namun hingga detik ini dampak dari penyebaran virus ini masih terasa oleh masyarakat hingga dalam berkehidupan sehari-hari, lonjakan dari kasus yang terpapar seakan tidak berhenti menjadi duka tersendiri untuk negeri.

Read More

Kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada awal pandemi hingga saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus dicanangkan pemerintah untuk membentengi negeri dari virus ini.

Namun pemerintah lupa akibat pemberlakuan berbagai kebijakan ini masyarakat juga jadi terbatas dalam kegiatan perekonomian untuk mengais sesuap nasi. Melihat kondisi miris ini mahasiswa dari Universitas Andalas yang saat ini sedang mengabdi ke kampung halaman mencoba melakukan kunjungan dan survey di lapangan untuk mengetahui secara langsung permasalahan dan hambatan beberapa UMKM (Usaha Mikro Kecil Menegah) dalam proses berproduksi dan sebisa mungkin membantu proses branding usaha.

Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 40 hari yang dilaksanakan di Kelurahan Pakan Kurai. Tujuan kegiatan ini selain dalam rangka mahasiswa melakukan pengabdian juga sebagai bentuk praktek ilmu kejuruan yang sudah di pelajari di bangku perkuliahan.

Masyarakat saat ini dipusingkan dengan dua hal, penyebaran Covid-19 yang saat ini masih belum berhenti dan pemberlakuan pembatasan kegiatan perekonomian yang menyulitkan pendapatan masyarakat. Dua alasan ini tampak tidak sama namun saling berkaitan, akibat dari lonjakan kasus terpapar Covid-19 ini masyarakat menjadi sulit untuk berkerja di lapangan, penutupan kantor usaha hingga gulung tikar sudah menjadi resiko yang harus ditanggung masyarakat.

Dilansir melalui TribunNews.com, total penambahan kasus Covid-19 di Indonesia hingga Tanggal 10 Agustus 2021 saja sudah mencapai 32.081 pasein, pasien sembuh sebanyak 41.486 dan 2.048 pasein yang dinyatakan meninggal dunia. Menjadikan Indonesia dengan total kasus 3.718.821 kasus positif, 3.171.147 yang dinyatakan sembuh dan 110.619 orang yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19 ini.

Dengan total kasus yang melonjak ini maka tidak heran memberikan dampak langsung kepada perekonomian masyarakat, hal ini juga diperjelas oleh Sri Mulyani sebagai menteri keuangan yang menyatakan secara tidak langsung kasus ini mempengaruhi ekonomi negara karena terhambat pergerakan mobilitas masyarakat akibat penyebaran Covid-19 ini. 

Melihat dilapangan, para mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2021 di kawasan Kelurahan Pakan Kurai, Kota Bukittinggi, melakukan kunjungan dan wawancara mendalam ke beberapa UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang beroperasi di sekitar kelurahan, mahasiswa melihat ada dua UMKM yang potensial namun mengalami kesulitan terutama masa pandemi ini, yaitu usaha Witri Pilus Ubi Jalar dan usaha Aksesoris Pengantin Naro.

Usaha pilus ubi jalar ini dinilai menarik dan unik karena sangat jarang hasil produksi pilus yang menggunakan ubi jalar sebagai bahan produksi, dengan rasa yang renyah dan gurih menjadikan pilus ini sangat cocok untuk dijadikan teman mengemil saat menonton.

Kemudian Aksesoris Pengantin Naro juga dinilai mahasiswa sebagai UMKM yang unik karena proses produksi masih tradisional, sehingga aksesoris pengantin yang dihasilkan sangat detail dan terkesan mewah. Namun saat pandemi ini kedua UMKM ini mengalami kesulitan produksi yang berujung penurunan pendapatan hingga 25 % lebih, terutama pemilik kedua UMKM ini sudah tergolong tidak muda lagi sehingga kesulitan dalam promosi digital. Maka mahasiswa berinisiatif membantu kedua UMKM ini dalam branding hasil barang produksi.

Usaha Witri Pilus Ubi Jalar ini dimulai pada tahun 2019 oleh ibuk Nurwitri. Pilus ini memiliki 2 variasi produk yaitu pilus ubi rasa keju dan rasa pedas. Dari segi kemasan produk yang dihasilkan, pilus ini dipacking dalam bentuk standing pouch dengan bahan yang terbuat dari plastik.

Produksi ini sudah mencantumkan merek produk, PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), label halal dan komposisi produk. Namun cakupan pemasaran produk masih terbatas, dan lebih banyak di kawasan Kota Bukittinggi. Pembeli yang ingin membeli pilus ini bisa langsung ke kedai ibu Witri ini atau bahkan bisa melakukan order langsung melalui via telephone.

Kemudian untuk Aksesoris Naro, UMKM ini dimiliki oleh bapak Naro sendiri, usaha ini merupakan usaha rumahan yang dilakukan bapak Naro selama kurang lebih 20 tahun, secara turun temurun. Sebelumnya jenis aksesoris hanya kalung pengantin, namun setelah berkembang, bapak Naro mulai membuat variasi lain model aksesoris, mulai dari model kalung seperti model pinyaram, koto gadang dan lain sebagainya dengan berbagai macam ukuran, juga membuat kalung pengantin pria, gelang pengantin dan juga bros aksesoris pengantin lainnya.

Mahasiswa melakukan proses branding dengan melakukan beberapa hal. Pertama, mahasiwa melakukan desain promosi dan membantu memasangkan spanduk tanda produksi karena sebelumnya tidak ada spanduk tanda rumah produksi. Kedua, membantu proses promosi digital dengan pembuatan akun belanja online seperti di Shopee, pembuatan akun Instagram (Ig : @piluskeju_witri, Ig : @aksesoris_naro), pembuatan video promosi yang akan di upload di youtube kelurahan, pemasangan pamflet di papan pengumuman kelurahan, melakukan promosi secara pribadi ke rumah-rumah dan mengenalkan barang produksi ini di akun sosial media masing-masing mahasiswa KKN.

Niat baik mahasiswa KKN Unand diterima baik oleh kedua UMKM ini dan mendapat support langsung dari Lurah Pakan Kurai Tommy Hidayat, S.Sos. Mahasiswa berharap dengan langkah kecil dalam branding ini dapat membantu pemasaran dan penjualan produksi kedua UMKM ini, dan dapat membantu branding UMKM lainnya yang ada di kelurahan sebagai bentuk abdi mahasiwa kepada warga masyarakat.  (*)

/* Penulis adalah Mahasiwa Jurusan Teknologi  Pangan dan Hasil Pertanian, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas

Related posts