Hadiri Sosialisasi PMA Terkait Penyelenggaraan Haji, Wako Solok Katakan Ini

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Tertundanya pelaksanaan ibadah haji bukan dikarenakan pemerintah tidak mau memberangkatkan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci, Makkah Al Mukharamah.

Tapi disebabkan pandemi COVID-19 masih melanda dunia, dan Arab Saudi tidak mau mengambil resiko berjangkitnya virus Corona dinegaranya.

Read More

Hal ini dikatakan Walikota Solok Zul Elfian Umar, saat menghadiri sosialisasi Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pendaftaran dan Pembatalan Ibadah Haji yang digelar Kementerian Agama Kota Solok, Selasa (5/10/2021) di Caredek Hotel Simpang Rumbio.

Menurut Wako, haji merupakan ibadah wajib bagi kaum muslimin. Terutama diwajibkan bagi kaum muslimin yang masuk kategori mampu dari segi finansial dan kesehatan.

Namun dalam dua tahun belakangan ini, negara kita membatalkan keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah. Disebabkan maraknya wabah virus COVID-19 sehingga dinilai membahayakan jemaah haji.

“Pada prinsipnya pemerintah sangat ingin memberangkatkan jemaah haji Indonesia. Tapi karena virus COVID-19 masih mewabah hari ini, keberangkatan terpaksa ditunda sampai keadaan dinyatakan aman,” ujarnya.

Sementara, Kepala Kemenag Provinsi Sumbar diwakili Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umroh Joben meminta pada peserta sosialisasi agar menyampaikan PMA Nomor 13 Tahun 2021, dan PMA Nomor 660 Tahun 2021 kepada masyarakat dengan bahasa yang bijak serta mudah dipahami.

“Faktor keselamatan dan keamanan jemaah haji, mulai dari Embarkasi dan debarkasi, dalam perjalanan, di Arab Saudi, lebih utama dan harus dikedepankan,” ungkapnya.

Related posts