Harga Kelapa Sawit Anjlok, Ratusan Petani bersama Apkasindo Demo Bupati Pasbar

PASAMAN BARAT – Ratusan petani kelapa sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) melakukan aksi damai sebagai bentuk kekecewaan terkait anjloknya secara drastis harga kelapa sawit, Senin (17/5/2022).

Aksi damai tersebut dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di depan Masjid Agung Pasaman Barat dilanjutkan long march menuju Kantor Bupati Pasaman Barat, dengan mendapat pengawalan ketat dari personel Kepolisian Polres Pasaman Barat, TNI dan Sat Pol PP.

Dalam aksinya, terlihat ratusan massa membawa poster yang bertuliskan “Selamatkan Petani Sawit Indonesia dan Cabut Larangan Ekspor Crude Palm Oil (CPO)”.

Ketua DPD APKASINDO Pasaman Barat Syafridal mengatakan, aksi solidaritas dari ratusan perwakilan petani kelapa sawit sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib petani kelapa sawit, dan juga bentuk keprihatinan terkait anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS).

“Aksi damai yang kita lakukan hari ini sebagai wujud kekecewaan dan petani merasa dirugikan akibat turunnya harga TBS kelapa sawit beberapa bulan terakhir ini. Selain itu, kita juga mendesak pemerintah untuk menormalkan kembali harga TBS kelapa sawit,” ujarnya.

Koordinator Aksi Yunis Andi juga mengatakan, peserta aksi yang hadir pada hari ini merupakan perwakilan dari para petani kelapa sawit di Pasaman Barat. Selama aksi berlangsung, kepada seluruh peserta untuk dapat menyampaikan Orasinya dengan tertib, aman dan damai.

“Kami meminta Bupati dapat melindungi petani akibat turunnya harga TBS sawit antara 50 sampai dengan 75 % di Kabupaten Pasaman Barat. Salain itu, kami juga meminta Presiden Jokowi, untuk meninjau ulang kebijakan larangan ekspor sawit dan produk minyak goreng serta bahan bakunya, karena dampaknya langsung ke harga TBS petani,” ujarnya.

Untuk terjaminnya harga TBS kelapa sawit dari petani, massa juga mendesak Bupati agar memerintahkan Kepala Dinas Perkebunan Pasaman Barat untuk melakukan investigasi ke sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS), supaya tidak sepihak menetapkan harga TBS petani, namun harus sesuai dengan penetapan harga TBS Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, serta meminta Bupati supaya mendukung pendirian PKS dan pabrik minyak goreng petani di Kabupaten Pasaman Barat.

“Kami juga minta Bupati untuk menindak tegas PKS yang memberlakukan harga di bawah penetapan di Provinsi Sumatera Barat, maksimal 15 % lebih rendah dari harga yang ditetapkan Provinsi. Ketujuh, meminta kepada bapak Gubernur Provinsi Sumatera Barat untuk merebisi Peraturan Gubernur (Pergub) No. 28 tahun 2020,” tegasnya.

Mereka juga meninta Bupati Pasaman Barat mendukung distribusi Minyak Goreng Sawit (MGS), terkhusus yang subsidi BPDP-KS di Kabupaten Pasaman Barat.

Sementara itu, Bupati Pasaman Barat Hamsuardi saat menemui peserta aksi mengatakan, pemerintah daerah Pasaman Barat berjanji akan menindak tegas pengusaha kelapa sawit yang nakal dan menurunkan harga secara sepihak.

“Kita sangat apresiasi dengan aksi petani kelapa sawit yang berlangsung aman dan tertib. Untuk mencarikan solusi dari permasalahan ini, kita mengajak perwakilan dari para petani sebanyak 15 orang melakukan diskusi dan audiensi,” pungkas Hamsuardi. (wisnu)

Related posts