MINANGKABAUNEWS.com, PADANG – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani di Provinsi Sumbar kembali mengalami kenaikan signifikan. Untuk periode 13–19 Agustus 2025, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.000 per kilogram, naik dibandingkan pekan sebelumnya.
Kenaikan harga komoditas andalan ini disebut berdampak pada daya beli masyarakat, terutama di daerah penghasil sawit seperti Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Tingginya pendapatan petani mendorong meningkatnya minat membeli rumah, khususnya pada segmen menengah.
Developer perumahan Titik Nol id mengakui bahwa permintaan rumah di Pasaman Barat melonjak dalam beberapa bulan terakhir. “Banyak konsumen kami adalah petani sawit yang kini memiliki kemampuan membayar uang muka lebih besar berkat harga TBS yang bagus,” ungkap perwakilan Titik Nol id.
Hal senada disampaikan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Ade Herdiwansyah, yang menilai tren ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah. “Minat masyarakat tinggi, tapi ketersediaan rumah layak huni masih terbatas. Pemerintah perlu hadir dengan solusi, baik dari sisi penyediaan lahan maupun skema pembiayaan yang terjangkau,” katanya.
Pengamat properti daerah ini menilai, jika tren kenaikan harga TBS sawit berlanjut, sektor perumahan di Pasaman Barat berpotensi tumbuh pesat. Namun, tanpa perencanaan tata ruang yang matang, lonjakan permintaan bisa mendorong harga rumah naik tajam dan mengurangi keterjangkauan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.






