Harga Turun Rp.3000 Perkilo, Petani Pinang di Mentawai Beralih Panen Muda dengan Harga Terjangkau

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI – Harga pinang tua yang selama ini digemari petani untuk diolah kini tidak lagi menjadi andalan. Harga Pinang tua saat ini turun drastis, hal ini membuat petani Pinang diseluruh Indonesia merasakan dampaknya.

Diketahui harga Pinang tua saat ini yang dibandrol pengusaha khususnya di Mentawai bertahan Rp 3000 perkilonya. Dengan kondisi harga saat ini, petani semakin menjerit, perbedaan harga sangat jauh sekali dari bulan bulan lalu dengan harga Rp 15.000 perkilo.

Read More

Kini Pinang tua tidak lagi menjadi andalan bagi parah petani, di Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan kondisi sekarang ini, petani Pinang cenderung beralih pada panen buah pinang muda yang langsung dijual kepada pengusaha atau diolah dengan cara diiris (Pinang mudah iris) yang harganya cukup diperhitungkan.

Pengusaha Pinang iris di Sioban Kecamatan Sipora Selatan Arif menyebutkan, harga buah Pinang muda bulat yang belum dikupas Rp1500 per kilo. Buah Pinang ini cukup gampang, habis panen langsung jual sehingga petani tidak lagi repot untuk mengolah seperti buah pinang tua sebelumnya.

Sementara kata Arif, Pinang muda yang sudah dikupas harganya Rp 6.500 perkilonya. Lalu harga yang sudah diiris dan dijemur kering berkisar Rp35.000 tergantung kualitas. Khususnya petani pinang yang ada di Sipora Selatan sangat menyambut baik cara kelola pinang muda ini, ujar Arif pengusaha dari Pariaman itu.

Ia mengungkapkan, perharinya saja, buah pinang muda yang masuk di gudang miliknya mencapai 700 kilo siap kupas. Dengan mempekerjakan 8 orang warga setempat dan upahnya pun cukup lumayan. Pekerja diupah Rp1.200.000 hingga Rp2000.000 perbulannya.

Arif mengatakan, Pinang panen muda ini pastinya tidak merusak tanaman, jadi masyarakat tidak usah takut untuk melakukan panen. Justru dengan panen muda buah pinang semakin produktif, kata dia.

Selama ini petani takut untuk mengolah pinang muda, disini kita dituntut untuk mensosialisasikan kepada petani bahwa stikma ini tidaklah benar, tuturnya.

Justru dengan pinang mudah yang langsung dijual memudahkan masyarakat petani, dari pada mengolah buah pinang tua yang cukup merepotkan dan ditambah harganya saat ini merosot tidak sebanding dengan tenaga yang diberikan dalam proses pengolahannya.

Pinang mudah ini akan dikirim keluar Indonesia jadi kepastian usaha tetap terjaga. Dan masyarakat beruntung dan mudah dilakukan, sebutnya.

Arif pengusaha Pinang iris menyebutkan, dalam waktu dekat ini, ia akan buka cabang di Siberut dan di wilayah Desa Tuapeijat. (Tirman)

Related posts