Hasil Konkoorcab: M. Yusuf Rahman dan Novita Hidayani Pimpin PKC PMII dan KOPRI Sumatera Barat

  • Whatsapp
M. Yusuf Rahman sebagai Ketua PKC PMII dan Novita Hidayani sebagai Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) PKC PMII Sumatera Barat menerima mandataris organisasi dari pengurus sebelumnya. Foto Abdurrahman Ahady

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG – Momentum bersejarah bagi regenerasi kepemimpinan mahasiswa di Sumatera Barat kembali bergulir. Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sumatera Barat resmi menetapkan nahkoda baru untuk masa khidmat 2026-2028 dalam ajang Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) yang digelar di Palanta Balaikota Padang, Sabtu (17/1).

Melalui mekanisme musyawarah mufakat, forum tertinggi di tingkat provinsi ini menetapkan M. Yusuf Rahman sebagai Ketua PKC PMII Sumatera Barat dan Novita Hidayani sebagai Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) PKC PMII Sumatera Barat.

Pemilihan yang berlangsung secara aklamasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Cabang Kota Padang, Payakumbuh, dan Padang Pariaman. Meski dihadiri tiga dari lima cabang definitif, forum tetap dinyatakan sah secara organisatoris dan mencerminkan soliditas yang terjaga dengan baik di tengah dinamika yang ada. Usai penetapan, M. Yusuf Rahman mengungkapkan rasa syukur dan pandangannya terhadap amanah baru ini.

“Terpilihnya saya adalah suatu bentuk kehormatan dan tanggungjawab besar. Ini menandakan adanya kepercayaan dan harapan bersama agar PMII Sumbar bisa bergerak lebih maju,” ujar Yusuf dalam wawancaranya.

Ia menegaskan bahwa ke depan, kepemimpinan akan difokuskan pada penguatan kualitas kader agar PMII Sumbar menjadi organisasi yang lebih produktif, kolaboratif, dan responsif melalui visi strategis “PMII KEREN”.

Sejalan dengan semangat tersebut, Novita Hidayani yang kini memimpin KOPRI PKC PMII Sumbar, menyampaikan ulasan visioner terkait arah gerak kader putri ke depan. Novita menegaskan komitmennya untuk mentransformasi KOPRI menjadi episentrum kepemimpinan perempuan yang mandiri, progresif, dan berdaya saing global.

Ia memandang KOPRI bukan sekadar bagian pelengkap, melainkan motor penggerak intelektual yang harus aktif mengambil peran strategis dalam setiap kebijakan sosial. Dengan semangat inklusivitas, Novita bertekad memperkuat basis kompetensi kader putri agar mampu memberikan kontribusi nyata dan menjadi inspirasi bagi gerakan perempuan di Sumatera Barat.

Sinergi kepemimpinan antara Yusuf dan Novita ini layaknya dua orang yang tengah mengayuh sepeda bersama; mereka bergerak dalam satu irama dan sinkronisasi yang kuat untuk memastikan roda organisasi terus melaju ke depan.

Dengan pengayuhan yang konsisten dan visi yang selaras, keduanya siap membawa PKC PMII Sumatera Barat melintasi berbagai tantangan zaman menuju puncak kejayaan organisasi. Kolaborasi ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi yang solid bagi seluruh kader untuk terus berkontribusi dalam dinamika keumatan dan kebangsaan.

Related posts