Ikan Budidaya Milik Petani KJA di Maninjau Kembali Mati Massal

  • Whatsapp
Keramba Jaring Apung.
Keramba Jaring Apung Milik Petani KJA di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

MINANGKABAUNEWS, AGAM — Ikan budidaya milik petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) kembali mati massal.

Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengatakan, kematian secara mendadak dan diduga dipicu oleh cuaca yang ekstrim terjadi sejak Minggu, (9/5/2021) malam sehingga berdampak kepada puluhan KJA di Koto Malintang dan Tanjung Sani.

Read More

“Titik terparah dari peristiwa tersebut terjadi di Sungai Tampang, Nagari Tanjung Sani,” ujarnya, Selasa, (11/5/2021).

Menurutnya, kematian massal ikan tersebut disebabkan menurunnya kadar oksigen dalam air akibat naiknya tubo balerang dari dasar Danau Maninjau.

“Kata masyarakat disini, angin gunung, angin akan bertiup dari arah perbukitan ke danau maninjau, hal ini membuat gelombang di permukaan danau sehingga sediment yang mengendap di dasar naik ke permukaan,” sebutnya.

Saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan penyuluh perikanan Kabupaten Agam untuk melakukan pendataan di lapangan.

“Untuk total kerugian saat ini 1masih dihitung, sementara itu kita masih menerima laporan masih ada tambahan ikan-ikan yang mati namun dalam jumlah kecil,” katanya lagi

Mengantisipasi kerugian yang lebih besar, pihaknya mengimbau para petani KJA untuk segera memanen ikan yang berukuran cukup besar serta memindahkan ke kolam darat.

Selain itu Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya juga mengimbau para pemilik karamba untuk melakukan langkah-langkah penanganan pasca kematian ikan, yaitu menguburkan bangkai ikan di darat dan tidak membuangnya ke danau.

“Kepada petani KJA, kita mengimbau agar tidak membuang bangkai ikan yang mati ke dalam danau, karena dapat menggangu dan mencemari udara dan lingkungan sekitar, serta bisa¬† memicu kematian ikan yang lebih besar,” imbaunya. (JNS)

Related posts