Incenerator Limbah B3 Berkapasitas 7 ton akan Dibangun di Sumbar

  • Whatsapp
Ilustrasi Incenerator atau pembakar sampah (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Sumatera Barat akan memiliki insenerator atau alat pemusnah sampah limbah B3 dengan kapasitas mencapai 7 ton perhari yang merupakan bantuan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI.

“Insenerator ini mampu memusnahkan 300 Kg sampah perjam dan bisa terus-menerus beroperasi selama satu hari penuh sehingga kapasitasnya bisa mencapai 7 ton per hari,” Kata gubernur Sumatera Barat Mahyeldi saat meninjau insenerator di TPA Air Dingin,Kelurahan Balai Gadang,Kec. Koto Tangah,Kota Padang,Minggu.

Read More

Menurut Gubernur agar fungsi insenerator dapat digunakan secara maksimal maka perlu dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang memadai, diantaranya jalan yang cukup lebar menuju lokasi, sehingga truk pengangkut sampah B3 bisa melewatinya.

“Ini yang sedang kita tinjau hari ini, untuk persiapan fasilitas-fasilitas penunjang Karena tanpa itu nanti alat ini tidak bisa bekerja secara maksimal,” ujar gubernur Mahyeldi.

Diharapkan pada awal 2022 semua fasilitas tersebut telah terbangun dan insenerator bisa segera dimanfaatkan untuk memusnahkan limbah B3 dari seluruh rumah sakit di Sumatera Barat.

Kepala Dinas Lingkungan hidup Sumbar mengatakan insenerator itu tidak bisa dioperasikan hanya satu atau dua jam saja perhari karena tidak efektif dan efesien karena menyebabkan pemborosan BBM.

Katanya, agar lebih efektif alat itu harus bekerja cukup lama atau bahkan nonstop selama 24 jam sehingga biaya operasional bisa lebih murah. Untuk itu maka perlu dikoordinasikan agar seluruh sampah B3 di Sumatera Barat baik dari rumah sakit atau dari fasilitas lain yang menghasilkan limbah harus dimusnahkan di insenerator tersebut.

Kepala Dinas PU Sumbar, Fathul Bari menyebutkan pihaknya akan segera berupaya membangun jalan agar lokasi insenerator tersebut bisa dijangkau truk yang berkapasitas besar.

“Kalau untuk operasional butuh jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 7 meter. Untuk itu dibutuhkan dana sekitar Rp4 miliar. Namun karena alat ini segera digunakan, maka diperubahan bisa kita upayakan cor di titik-titik tertentu agar bisa dilewati truk,” tutupnya.

Related posts