Ini Kata Jenderal Pentagon soal Perang Amerika vs Rusia

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Kepala Staf Gabungan militer Amerika Serikat (AS), Mark Milley, buka suara soal kemungkinan perang terbuka antara negaranya dengan Rusia. Ia menyebut hal itu bukanlah hal yang diinginkan oleh Washington.

Dalam sebuah keterangan pers, Milley mengatakan baik AS maupun NATO tidak ingin berkonfrontasi dengan Moskow. Meski begitu, pihaknya terus akan bertekad untuk menyokong senjata bagi Ukraina yang saat ini masih digempur oleh Rusia.

Read More

“AS tidak menginginkan perang dengan Rusia. NATO tidak menginginkan perang dengan Rusia,” ujarnya dikutip Reuters, Selasa (7/6/2022).

“Rusia telah menghadapi banyak tantangan dalam upayanya untuk mendapatkan tempat di Ukraina, karena keberanian dan pengorbanan rakyat Ukraina,” tambahnya seraya membela keputusan pengiriman senjata ke Kyiv.

AS sendiri telah memberikan berbagai macam bantuan persenjataan kepada Ukraina. Terbaru, Negeri Paman Sam berencana untuk mengirimkan senjata roket ganda (MLRS) kepada Kyiv.

Langkah ini membuat Presiden Rusia Vladimir Putin berang. Putin menyebut ini akan menyeret konflik bersenjata sejauh mungkin, termasuk kemungkinan serangan ke fasilitas militer Barat.

Baca: 8 Fakta Baru Perang Rusia-Ukraina, PBB Warning Bencana Nuklir
“Jika mereka (MLRS) dipasok, kita akan menarik kesimpulan dari ini dan menggunakan senjata kita sendiri, yang kita punya cukup, untuk menyerang fasilitas yang belum kami targetkan,” kata Putin Minggu dimuat TASS dikutip CNN International.

Hubungan Rusia dan AS sendiri diketahui semakin panas setelah serangan Moskow ke Ukraina. AS mengecam tindakan Moskow itu dan bersama sekutunya menjatuhkan ribuan sanksi ekonomi dan keuangan kepada Rusia.

Manuver AS dan sekutunya ini juga sempat memicu timbulnya peluncuran nuklir. Pasalnya, Putin saat itu telah memerintahkan tentaranya untuk menyiagakan senjata nuklir sebagai bentuk tanggapan atas aksi Barat yang disebutnya ‘tidak bersahabat’ itu.

Related posts