Ini Kriteria Perawat yang Ditugaskan di Ruang Isolasi CoV19 RSOMH Bukittinggi

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Semenjak pandemi, ruang isolasi CoV19 mulai beroperasi dari bulan April 2020 lalu. Hal ini disampaikan Kepala Ruangan Isolasi, Ns. Henny Sutrianti, S.Kep kepada Minangkabaunewscom di ruang kerjanya, Jum’at (1/10/2021).

Menurutnya, pada bulan April itu baru satu kasus suspect, bulan Mei ada satu kasus, Juni, Juli kosong, selanjutnya pada bulan Agustus ada lima kasus.

Read More

“Kemudian di bulan September bertambah sampai puncaknya di bulan Juli-Agustus 2021. Sebulan itu pasien sampai 118, dari 118 itu hanya empat pasien yang negatif kita swap PCR,” ujar Henny.

Henny lebih lanjut mengatakan sistim pelayanan diruang isolasi, kita di awal-awal pakai sistim tim, jadi diawal itu banyak sekali teman-teman, namanya baru pandemi, penyakit corona baru, semua menolak jadi perawat isolasi, ditunjuk 10 mengundurkan diri lima orang dengan alasan comorbid ini  dan itu.

Akhirnya langsung saja lagi ditunjuk oleh Direktur, langsung keluar SK, surat perintah, langsung  teman-teman, tidak ada lagi alasan, memang yang sudah kita lihat mereka itu bisa, tidak ada comorbid, fisiknya bagus, sehat, usianya cukup.

“Jadi di ruangan isolasi itu ada kreteria tenaga perawat yang bisa ditugaskan disana, tidak semua tenaga perawat bisa masuk ke ruang isolasi, jadi yang hamil, menyusui, usia 50 ada comorbid itu, kita tidak rekomendasi untuk dinas diruang isolasi, diluar itu kalau tidak ada riwayat comorbid, mereka harus dinas diruang isolasi, karena itu bagian dari tugas kita, perawat dimanapun harus berdinas,” jelas Kepala Ruangan Isolasi RSOMH Bukittinggi itu.

Henny menambahkan sistim kita itu diawal, sistim tim per/14 hari dinas, kita tukar tim berikutnya, diakhir dinas itu teman-teman harus diswap PCR karena mereka sudah 14 hari terpapar dengan pasien dengan lingkungan yang  positif Covid dilakukan Swap.

“Alhamdulillah, kalau dihitung sampai sekarang, semua teman-teman itu dikarantina sampai ada tim yang tetap di bulan mei 2021 itu, baru teman-teman itu pulang ke keluarga, selama ini mereka dikarantina, alhamdulillah tidak ada yang positif, baik itu perawat maupun dokter,” imbuhnya.

Perawat yang dinas diruang isolasi itu pakai sistim karena mereka tidak mungkin standby di dalam terus sampai asmad pakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, justru membuat teman-teman jadi terhidrasi, akhirnya itu yang membuat mereka drop.

“Di ruang isolasi kita juga menempatkan tim tetap, mereka menangani pasien covid-19 dan juga yang ada comorbid nya, dan juga pasien covid dengan comorbid, seperti stroke, jantung bahkan pasien dengan masalah kejiwaan (depresi,stres),” tutup Kepala ruangan isolasi ini mengakhiri.

Related posts