Inilah Amanat Penting Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Buya Shofwan dalam MILAD ke-67 UM Sumbar

Perayaan Milad ke-67 UM Sumbar (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Universitas Muhammadiyah (UM) Sumbar merayakan Milad ke 67 tahun, di Convention Hall Universitas Muhammadiyah, Rabu (30/11/2021).

Beberapa harapan dan pesan disampaikan Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Buya Shofwan Karim dalam kegiatan ini.

Read More

Buya Shofwan Karim mengatakan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat adalah salah satu universitas swasta tertua di Sumatra Barat yang telah berdiri sejak tanggal 18 November 1955. Cikal bakal Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dimulai dengan diselenggarakannya kuliah perdana untuk Fakultas Hukum dan Falsafah (kemudian menjadi Sekolah Tinggi Ushuluddin) di Padang Panjang, dengan mahasiswa angkatan pertamanya adalah utusan cabang dan daerah Muhammadiyah se-Sumatra Barat, dengan 5.120 mahasiswa, 12 Fakultas, 27 prodi, 45 doktor dan 2 guru besar

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat saat ini memiliki kampus yang tersebar di 4 kota dalam provinsi Sumatra Barat yakni kota Padang, kota Padangpanjang, kota Bukittinggi dan kota Payakumbuh.

Kata Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Perguruan tinggi perlu mengembangkan pemikiran-pemikiran baru yang out of the box dan berbeda dengan tradisi keilmuan yang seringkali diredusir pengembangannya oleh individu tertentu yang malas belajar.
Hal ini akan mendorong transformasi perguruan tinggi sehingga program-program akademiknya mampu menghasilkan insan unggul dan berdaya saing global. Menurut Herry Suhardiyanto Mantan Rektor IPB (2015) Pribadi unggul dapat dilihat dari karakter yang memiliki lima filosofi dasar yaitu 1) memiliki kemampuan berpikir dan gemar menggali ilmu pengetahuan, 2) pandai mengambil hikmah, dan pelajaran dari setiap fenomena alam maupun sosial, 3) selalu berpegang teguh pada kebaikan dan keadilan, 4) memiliki pengetahuan luas, kritis dan teliti dalam menerima informasi, teori dan proporsional, 5) dan mampu mengedepankan kemaslahatan umat.
Dibalik itu, menurut Fathur Rokhman, Rektror UNES Semarang, (2022) mengutip Alvin Toffler dalam Power Shift (1990) manusia unggul digambarkan dalam pergeseran zamandan bergesernya kriteria manusia unggul. Ada tiga periode besar perubahan manusia unggul. Pada periode pertama peradaban manusia, manusia unggul diidentifikasi oleh kekuatan fisik.

Karena itulah, pemimpin kelompok hampir selalu yang terkuat kondisi tubuhnya. Ketika manusia memasuki era pertanian, foedalisme, dan kemudian industri, sumber daya unggul diidentifikasi oleh aksesnya terhadap alat-alat produksi. Pada periode ini, pemilik lahan dan pabrik menjadi SDM unggul dalam arti yang sebenarnya.Kriteria itu bergeser lagi ketika peradaban memasuki era informasi. Pada era ini, orang kuat adalah yang memiliki akses terhadap data. Inilah yang membuat dunia ini tidak lagi dikendalikan oleh para industriawan tradisional, melainkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi berbasis data.Hipotesis ini terbukti hari ini.

Perusahaan seperti Google bukan hanya mengontrol akses pengetahuan kita, tetapi juga membentuk pandangan dunia (worldview) kita. Facebook dengan Metaversenya WA, Intagram dan medsos lainnya bukan hanya membentuk pola interaksi pengguna, tetapi juga membentuk nilai-nilai pemakainya. Begitu pula MNC Informasi Teknologi lainnya produk mereka membentuk selera kita. Apalagi dengan produk Artificial Inteligent (AI) lainnya.Lalu di mana letak AUM PTMA kita?UM Sumbar salah satu dari 172 PTMA kita di Tanah Air yang sangat potensial

Hari-hari belakangan ini menunjukkan sinar yang semakin cermerlang. Hampir dari segala sektor. Fisik, infrastruktur dan sarana prasarana, jumlah mahasiswa, dosen yang bergelar doctor, penerbitan, dosen yang meneliti, peringkat akademik, prestasi akademik dan kegiatan student need, student interest dan student welfare-nya semakin prestatif dan seterusnya, semua sangat menggembirakan. Lebih jauh silahkan klik searching google tentang prestasi dan posisi UM Sumbar di antara setarusan Perguruan Tinggi Swasta di Sumbar.Akan tetapi tentu saja belum dan tidak akan memberikan kepuasan kepada kita. Pada saatnya bila lebel unggul kita sandang, upaya mempertahankan dan meningkatkannya nanti lebih hebat lagi.

Dalam kaitan itu, maka sebagaimana karakter lembaga, institusi dan organisasi, bahkan negara, selalu ada dua pendulum. Yaitu pendulum satu yang kadang berlawanan dengan pendulum dua. Saya ingin menyebutnya sebagai cluster atau pihak yang loyal-progressive dan konstruktif sebagai pendulum satu. Dan cluster atau pihak yang loyal-krititikal konstruktif sebagai pendulum kedua.
Bahasa mudahnya, ada pihak yang loyal kepada lembaga dan pimpinan dengan bekerja keras dan konstruktif. Di balik itu ada yang loyal kepada Lembaga dan pimpinan tetapi sangat kritis, tentu juga kontruktif. Cluster satu tadi biasanya mayoritas bekerja dalam diam. Cluster dua bekerja dalam hiruk pikuk ktitis dan vocal terhadap Lembaga dan pimpinan.

Bagaimana menjaga keseimbangan kedua pendulum tadi untuk kemajuan UM Sumbar? Semua bermitra dan berkolaborasi. Di situlah peranan Pimpinan UM dan BPH dengan bijak mempersuasi semua sivitas akademika secara dinamis dan konstruktif untuk menjalankan dan mencapai tujuan pelaksanaan sesuai dengan VISI”Menjadi Universitas unggul berbasis kearifan lokal dalam pembinaan IMTAQ dan pengembangan IPTEKS untuk kesejahteraan umat.

“Selamat Milad 67 Tahun UM Sumbar, semoga selalu diberkahi-Nya dan terus maju menjemput keunggulan,” tutupnya.

Related posts