Inilah Kronologi Polantas Tewas Diserempek Truk, Sopir Terancam 6 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Suasana kecelakaan maut yang menewaskan Iptu Dwi Setiawan di Tol Jakarta-Cikampek.

MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA — Ditlantas Polda Metro Jaya menyelidiki kecelakaan maut yang menewaskan Iptu Dwi Setiawan di Tol Jakarta-Cikampek.

Sopir truk inisial CS yang menyerempet korban saat ini tengah diperiksa intensif.
“Sopir masih dalam pemeriksaan,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono.

Read More

Sopir berinisial CS ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.
CS masih berstatus terperiksa.
Namun, CS terancam dijerat hukuman karena kelalaiannya berkendara.
“Kalau memenuhi unsur cukup bukti dari hasil pemeriksaan saksi, CCTV maupun keterangan dari sopir sendiri, dapat dikenakan Pasal 310 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ,” ungkap Argo.
Berikut ini bunyi Pasal 310 ayat 4:

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 12.000.000,00.
Keterangan Sementara, Sopir Sedang Menelpon Istri
Sopir truk berinisial CS ini disebut tengah menelepon istrinya sambil mengemudikan kendaraan saat insiden itu terjadi.

“Jadi kalau dari investasi awal memang disampaikan dia sedang menelepon istrinya,” kata Argo.
Keterangan itu didapat dari kernet pelaku.

Polisi diketahui mengamankan kernet truk di lokasi setelah sopir berinisial CS ini melarikan diri seusai peristiwa kecelakaan.
Namun keterangan dari kernet sopir CS ini belum dinyatakan sebagai kesimpulan penyelidikan.

Menurut Argo, pihaknya kini masih memeriksa intensif sopir truk CS di gedung Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.

“Apakah karena telepon atau menggunakan ponsel ini membuat dia tidak konsentrasi sehingga menyebabkan kecelakaan kita kan harus lihat lagi dengan CCTV. Makanya kita belum bisa menyimpulkan,” terang Argo.

Argo menambahkan, jika nantinya tiap keterangan saksi dan bukti petunjuk telah ditemukan kesamaan, pihaknya segera menaikkan status sopir truk CS sebagai tersangka.

“Kalau yang main ponsel itu kan keterangan dari kernet nih. Kalau nanti dari kegiatan ini menimbulkan peristiwa kecelakaan diperkuat dengan CCTV, dikuatkan dengan saksi mobil yang di belakangnya baru kita bisa menetapkan (sopir tersangka). Makanya sekarang sedang dilakukan pemeriksaan,” tutur Argo.

Kronologi: Korban Sedang Kawal Rombongan
Peristiwa nahas itu terjadi pada siang tadi sekitar pukul 11.30 WIB di Tol Jakarta-Cikampek Km 13.400.
Saat itu korban tengah berdinas melakukan pengawalan kepada rombongan dari Polda Metro menuju Bekasi.

Kendaraan korban diketahui sempat terpepet oleh truk yang dikemudikan CS.
Peristiwa itu bermula saat truk yang dikemudikan CS berpindah lajur secara mendadak dan kehilangan kendali.

“Truk banting kanan dan anggota terpepet di pembatas jalan di tengah. Saat terpepet motor sempat naik ke truk itu jatuh dan masuk kolongnya. Korban alami luka di kepala,” ujar Argo.

Argo mengatakan pihaknya kemudian mencoba mencari keberadaan sopir CS tersebut.

Namun, dua jam usai melarikan diri, sopir CS menyerahkan diri.
“Kami baru mau cari tapi nggak lama sekira dua jam hilang kemudian yang bersangkutan serahkan diri ke kantor polisi PJR Cikampek,” ungkap Argo.
(Detik)

Related posts