Inilah Nasehat Menyejukan Ketum MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar Soal Larangan Ucapkan Selamat Natal bagi Umat Islam

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat melarang umat Islam mengucapkan selamat Natal bagi umat Kristiani yang merayakannya. Ucapan itu dinilai tak sesuai dengan syariat Islam.

Hal itu tertuang dalam dokumen Maklumat MUI Sumatera Barat Nomor 001/MUI-SB/XII/2017 yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Sumatera Barat Buya Gusrizal Gazahar dan Sekretaris Umum MUI Sumbar Dr Sobhan Lubis pada 9 Desember 2017 lalu.

Read More

“Toleransi itu adalah mempersilahkan dalam batasan saling menghormati aturan dalam kebersamaan, bukannya saling terlibat dan melibatkan diri sehingga terlanggarnya batas-batas aqidah dan ibadah agama yang kita yakini,” tegas Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa, Kamis , (16/12/2021)

Lebih jauh Buya menjelaskan Konsep toleransi dalam Islam adalah membiarkan umat lain beribadah sesuai dengan keyakinan mereka, bukan melibatkan diri dalam kegiatan ibadah mereka atau memakai simbol-simbol yang menjadi bagian dari ibadah mereka atau mengikuti ciri khas mereka sebagai umat, berdasarkan firman Allah swt dalam (QS. al-Kafirun 109 : 1-6) dan hadits Rasulullah saw: “Siapa yang menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk golongan mereka. (HR. Abu Daud, dari Ibn Umar).

“Toleransi dalam ajaran Islam merupakan bagian dari petunjuk Allah swt dalam hubungan dengan umat lain. (QS. al-Mumtahanah 60 : 8-9) ,” bunyi salah satu poin maklumat MUI Sumbar tersebut.

Untuk Menghindari timbulnya rasa tertuduh di kalangan umat Islam maka di tengah mayoritas umat Islam, tidak perlu ada himbauan “dilarang sweeping” dari pihak aparat penegak hukum, karena memang pada prinsipnya selama masing-masing umat saling menjaga, tidak akan ada kegiatan itu sama sekali. Karena itu, kami menghimbau aparat penegak hukum untuk mengantisipasi berbagai tindakan yang melibatkan apalagi sampai memaksa umat Islam untuk mengikuti kegiatan ibadah agama lain atau memakai simbol-simbol khusus mereka.

Buya juga memgingatkan Kepada seluruh kaum muslimin agar menjaga aqidah serta kepribadian sebagai umat Islam dan menjauhkan diri dari mengikuti kegiatan ibadah umat lain dan jangan meniru ciri khas mereka.

Buya Gusrizal menambahkan mengucapkan selamat natal, mengikuti natal bersama memakai topi santa dan lainya yang menjadi bagian agidah. ibadah dan ciri khas kaum kafir adalah haram bagi kaum muslimin.

Kegiatan-kegiatan agama lain atau ciri khas mereka seperti natal, nyepi, waisak, cap gomeh, tahun baru miladiyyah, valentine day dan lainya bukanlah bagian dari ajaran Islam dan umat Islam tidak dibenarkan (haram) untuk mengikutinya karena di dalamnya terdapat kekufuran, kesyirikan dan pengagungan syi’ar agama yang tidak bersesuaian dengan ajaran Islam,

Buya Gusrizal juga menghimbau kepada Seluruh kaum muslimin dihimbau untuk tulus (ikhlas) menerima ajaran Islam dan masuk ke dalam Islam secara utuh agar terhindar dari kesesatan dan penyesatan yang akan membuat umat kehilangan kepribadian yang Islami (syakhshiiyyah Islamiyyah).

Related posts