Inilah Pelaku Penyebar Hoaks Gempa Bumi di Semarang, Akibatkan 1 Orang Meninggal

  • Whatsapp
Pelaku penyebar hoax di Semarang.

MINANGKABAUNEWS.COM, SEMARANG — Pelaku penyebaran berita hoaks dari dampak gempa bumi di Dusun Muncul Desa Rowoboni Kecamatan Banyubiru dimintai klarifikasi di Polsek Banyubiru, Senin (25/10/2021).

Pelaku dimintai klarifikasi pada pukul 14.00 wib oleh anggota Reskrim Polsek Banyubiru.

Read More

Diketahui rekaman informasi hoax tersebut mulai beredar di masyarakat luas pada Minggu, 24 Oktober 2021 sekira pkl 22.00 WIB.

Kapolsek Banyubiru, IPTU Subhan S.E., M. Si menjelaskan, bahwa pelaku penyebar berita hoax melalui Voice Note atas nama Danar Adityawarman Bondan Pramudyatmiko S.Pd (43).

Pria warga Jalan Yos Sudarso Dliwang Rt.7 Rw. 3 Kelurahan Ungaran, Ungaran Barat itu diketahui berprofesi sebagai guru.
Adapun kronologi munculnya berita Hoax melalui Voice Note yg beredar tersebut antara lain sekira pukul 21.30 wib, pelaku mencari informasi perkembangan adanya bencana gempa bumi di wilayah kabupaten Semarang.

Selanjutnya Danar menghubungi melalui telepon saudara Mirza Sulaiman selaku rekan Danar yang tinggal di Losari sawahan Rt.07 Rw.04 Kel. Lodoyong Kec. Ambarawa yang merupakan Sekretaris PCM Ambarawa grup Tanggap Bencana Muhamdiyah MDMC Korwil 1 Semarang, untuk mendapatkan perkembangan informasi mengenai bencana alam gempa bumi di wilayah Kabupaten Semarang.

Selanjutnya Danar mendapat informasi dari Mirza yang sedang berkumpul dengan tetangga sekitar, dan Danar memperoleh informasi dari perbincangan Mirza dan tetangganya tersebut, bahwa di daerah muncul Banyubiru terjadi Gempa yang menimbulkan banyaknya rumah roboh dan Korban jiwa 1 meninggal dunia serta beberapa warga yang dirawat kerumah sakit akibat gempa.

Dari informasi tersebut, Danar membuat berita melalui voice note dan mengunggahnya ke grup Whatsapp Tanggap bencana Muhamadiyah MDMC Korwil 1 Semarang pada hari Sabtu tanggal 23 Oktober 2021 sekira Pukul 22.00 wib.
Selanjutnya dari unggahan Danar, dari pihak MDMC Korwil 1 Semarang meluncurkan 1 anggota yaitu Mustofa untuk mengecek kebenaran dari berita yang diunggah Danar.

Adapun dari hasil pengecekan di lapangan, Mustofa mendapati fakta bahwa berita yang diunggah Danar tersebut tidak benar dan selanjutnya menyampaikannya kepada Danar untuk di klarifikasi.

Selanjutnya Danar membuat Voice Note klarifikasi bahwa voice note berita yang telah diunggahnya pada hari Minggu 24 Oktober 2021 pukul 22.00 yang dikirimkanya ke Grup WA MDMC KORWIL 1 Semarang tersebut adalah tidak benar dan segera untuk dihapus.

Dari kejadian beredarnya berita hoax yang diunggah Danar selaku pelaku penyebar berita Hoax tersebut merasa menyesal karena tidak mengklarifikasi dahulu atas berita yang telah di terimanya.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf karena membuat warga gelisah dan merasa terancam dari adanya berita hoax yang disampaikanya dan selanjutnya akan mengklarifikasi dahulu kebenaran berita yang diterimanya.

“Proses klarifikasi terhadap pelaku penyebaran Berita Hoax dari dampak gempa bumi di Dusun Muncul Desa Rowoboni Kecamatan Banyubiru selesai sekira pukul 15.30 WIB, berjalan lancar aman kondusif, dan selanjutnya di buat klarifikasi antara Danar dengan Kapolsek Banyubiru bersama Anggota terkait berita hoax tersebut,” pungkasnya.
(Tribunnews)

Related posts